Sidang Gugatan Taruna Poltek KP Sidoarjo di Tunda

CB, SIDOARJO – Sidang gugatan mahasiswa/ taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP), kembali digelar, Kamis (5/12), di Pengadiilan Negeri Sidoarjo. Namun, sidang tidak dilanjutkan dan ditunda hingga bulan depan tanggal 7 Januari 2020.

Pasalnya, pada sidang kali ini, baik itu Pihak tergugat I, tergugat II dan tergugat III semuanya tidak hadir di persidangan, hanya utusan dari Poltek KP yang mewakili hadir pada sidang ke dua tersebut. Pada awal dimulainya sidang dengan Hakim Ketua Vincentius memanggil kuasa hukum pihak penggugat dan tergugat ke depan majelis hakim.

Saat Hakim menanyakan Kuasa Hukum Tergugat, salah satu wakil dari Poltek KP duduk di depan majelis Hakim. Namun, kapasitasnya bukan kuasa hukum. Lalu, Hakim mengetok palu sidang ditunda bulan depan. Di luar ruang sidang Kuasa Hukum penggugat Faisal Achmad, SH,MH memberikan pernyataan kepada sejumlah wartawan, bahwa kalau tergugat datang sebenarnya, kan perdamaian/mediasi kalau mediasi buntu lanjut ke sidang. Ternyata tergugat I,II dan III tidak hadir, dan lucunya.

Tergugat I memanggil dengan para pihaknya bukan dari kuasanya jadi didalam sidang kami sebagai kuasa hukum mengajukan keberatan dan akhirnya ditolak oleh Hakim jadi sidang ditunda pada tanggal 7 Januari 2020.

” Dan ini kami juga meng informasikan setelah gugatan kami layangkan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo. Pihak Poltek Kelautan dan Perikanan Sidoarjo memberikan Surat Keputusan (SK) pemecatan kepada korban Lutfian Habibi Kristanto kuasa kita,per/tanggal 29 November 2019, yang diberikan secara sepihak tidak di informasikan ke orang tua, dan diberikan kepada adiknya Lutfian yang masih dibawah umur.

Jadi dalam hal ini, pihak Poltek KP telah melakukan kesewenang-wenangan, nanti bisa dikonfirmasi langsung kepada penggugat orangtua korban Lutfian yang hadir disini,” kata Faisal Achmad Ditambahkannya, kita ingin memperjuangkan keadilan bagi kuasa kami/prinsipal sampai titik darah penghabisan. ”

Jadi seperti ini keadaannya ‘ Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga’ mengalami kebutaan, dipecat sama pihak Direktur Poltek KP Sidoarjo. ” Sesalnya. Sementara itu Sulastri orang tua Lutfian Habibi Kristanto yang hadir bersama anaknya meminta tanggung jawab Poltek KP.

” Loh, jadi Direktur itu bagaimana katanya dijamin anak saya sampai lulus. Lah, kok malah kita menggugat malah anak saya dikeluarkan,. Masya Allah, mana pedulinya dengan anak saya yang saya inginkan keadilan semoga anak saya kedepannya menerima hak-hak untuk masa depannya.” katanya.

Sementara itu ditempat terpisah Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo DR.Muh.Hery Riyadi Alauddin,S.Pi,M.S,i dikonfirmasi media cetak dan online Cahaya Baru menegaskan, bahwa institusi siap menghadapi masalah tersebut dibawah ke ranah hukum.” Kita ikuti prosesnya yang tengah berjalan di pengadilan.

” kata Muh. Hery Riyadi.Alauddin. Seperti pernah diberitakan sebelumnya, peristiwa ini terjadi bulan Febuari 2019 lalu, salahsatu, taruna prodi mekanisasi perikanan Alfian Habibi Kristanto mengalami kebutaan diduga akibat menenggak minuman beralkohol oplosan dikolam sisi timur asrama kampus bersama taruna seniornya Awal Ilham prodi Pathologi.

Sulastri orangtua Alfian melalui kuasa hukumnya Faisal Achmad and Partner menggugat ke PN Sidoarjo. Lalu, bagaimana babak akhir dari kasus tersebut ? Kita tunggu saja. Bersambung. (ncs).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *