Dianggap Lecehkan Wartawan, Orang Nomor Satu di Lumajang Di Laporkan Ke Polres

CB, Lumajang – Redaksi Koran Harian Memo Timur akhirnya melaporkan Bupati Lumajang Thoriqul Haq ke Polres Lumajang, Senin (27/1). Laporan ini buntut ucapan bupati yang dianggap melecehkan salahsatu wartawan Memo Timur, Mujibul Choir.

Pelecehan itu berawal saat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lumajang menggelar konferensi pers di kantornya, Jumat (24/1). Kepada puluhan wartawan yang hadir, PKB membantah isu dugaan skandal mesum salahsatu kadernya berinisial AZ.

Selain menepis isu itu, PKB juga melayangkan somasi atas pemberitaan Memo Timur yang berjudul ‘Santer Isu Mesum Salah Satu Oknum Anggota DPRD Lumajang  Benarkah?’ yang terbit Kamis (23/1).

Pasalnya statement yang dilontarkan oleh Bupati Lumajang dinilai melecehkan wartawan yang menulis salah satu media harian ternama dil Lumajang.

Khurul Fatoni selaku kabiro MT bersama Kuasa hukumnya , media MT Mahmut, S.H., menjelaskan pada media, bahwa dirinya dengan resmi melapor ke pihak berwajib karena statemen Bupati sangat keterlaluan karena dengan tegas mengatakan, picik, licik, recehan, wartawan murahan, untuk itulah kliennya merasa dilecehkan.

“Betul mas kami merasa dilecehkan dengan ucapan licik, picik, recehan dan wartawan murahan,” tukasnya.

Sementara itu mujibul choir selaku wartawan MT yang di lecehkan oleh bupati lumajang merasa di rugikan dengan kata – kata yang tidak seharusnya di lontarkan oleh orang nomor satu di Lumajang.

“Menanggapi kalimat kalimat pak Bupati yang mengatakan saya wartawan licik, picik, murahan dan recehan saya tidak terima, masak saya di katakan seperti itu apa saya pernah minta uang apakah kita pernah nulis abal abal”. Tegasnya

“walaupun kami tidak ada kerjasama dengan pemerintah daerah tetapi kami memberitakan hal hal yang positif karena saya ini adalah putra daerah”.jelasnya.

Masih menurut choir “ini saya tunjukkan bahwa saya bukan wartawan recehan dan saya kira ini adalah temen temen wartawan merasa kebebasan pres di ganggu masak diam saja”. imbuhnya.

Senada dengan Kasatreskrim yang baru AKP Maskur, S.H., menyampaikan hal ini memang ditanggapi atas rencana laporan dari pelapor yaitu biro Lumajang, dan pihaknya akan mendalami apa yang menjadi pemicu peristiwa tersebut hingga berujung bupati marah dan tidak terkontrol.

“Ya mas laporan ini dengan tegas saya tanggapi tapi pasti kami dalami terlebih dahulu,”  Pungkasnya (gus/har/ran)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *