Djaenudin SE ST MM: Pembangunan Prasarana dan Saluran Pembawa Air Baku Desa Labuan Toposo Sesuai Aturan

CB, SUL-TENG – Terkait pemberitaan tentang Pembangunan Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa Air Baku di Desa Labuan Toposo Kabupaten  Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Bidang (Sungai, Pantai, Danau dan Air Baku)  di Dinas Cipta Karya dan SDA Provinsi menjelaskan, bahwa pemberitaan yang dimuat oleh salah satu media cetak edisi Tanggal 17-19 Februari 2020, tidak sepenuhnya yang ditayangkan, hanya sebagian keterangan saja yang diterbitkan.

Djaenudin SE.,ST., MM, selaku Kabid, menjelaskan, nama paket pekerjaan kami adalah “Pembangunan Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa AIR BAKU Desa Labuan Toposo”. Sesuai dengan judul, maka kami mengelola AIR BAKU bukan air bersih atau air minum. Dari air baku bisa digunakan untuk air irigasi, pertanian, persawahan, perkebunan, peternakan sampai air bersih atau air minum. Untuk penggunaan menjadi air bersih/air minum, air baku harus diolah dulu lewat unit pengolahan yang biasa disebut SPAM (Sistem Pengolahan Air Minum).

Item pekerjaan dari paket pekerjaan diatas yaitu,  Pekerjaan persiapan, Pekerjaan Intake, Pekerjaan Bak Intake dan Pekerjaan Pemasangan Pipa. Untuk pekerjaan intake dapat dijelaskan rincian pekerjaannya yaitu, penyadapan air sungai dengan mengarahkan air sungai untuk masuk ke dalam saluran/drainase, kemudian air masuk kedalam bak penampungan (bak intake), dari bak di salurakan ke jaringan pipa.

Debit rat-rata sungai berkisar 3-4 m3/detik (3.000 – 4.000 liter/detik), dan kami merencanakan debit pengambilan untuk air baku sekitar 10 liter/detik saja. Untuk itu penyadapan air sungai untuk masuk ke intake cukup dibuat pengarah dengan membuat bendung sederhana dari tumpukan batu yang disusun berdasarkan kontur yang ada agar sebagian air sungai dapat masuk ke dalam saluran intake yang diberi scraning (teralis/saringan) dan air masuk kedalam pipa yang telah dilubangi agar batuan besar dan sampah tidak masuk, selanjutnya air masuk ke dalam penampungan awal (Bak Intake). Tidak diperlukan bendung yang besar seperti bendung irigasi untuk menyadap air sungai agar dapat dimanfaatkan.

Selanjutnya, semua bahan dalam pekerjaan tersebut adalah sesuai standar Nasional (SNI) dan dalam kondisi baru, tidak ada bahan-bahan yang bekas dalam pekerjaan mayor item seperti Pipa baik PVC maupun Galvanis. Total pekerjaan pipa sepanjang 2.990 meter (2,9 KM) dengan diamater ᴓ 6” dan asesoris pipa lainnya.

Pipa yang diduga  berkarat itu adalah Flange Steel diamater 6” yang baru dan sudah jadi, tapi karena ukurannya tidak sesuai dengan kondisi lapangan, maka Flange Steel ini dipotong dan dimodifikasi  agar sesuai dengan kondisi lapangan. Flange steel bagian bawah terlihat berwarana coklat seperti berkarat dikarenakan bagian tersebut terkena genangan air sewaktu banjir dan terendam bercampur lumpur, sehingga terlihat berwarna coklat seperti berkarat.  “Jadi kami pastikan kalo flange steel itu dalam kondisi baru bukan bekas dan masih layak digunakan dan kami setuju utuk dicat agar tidak korosi,” jelasnya

Lanjutnya, pekerjaan kami sudah dilaksanakan oleh rekanan sesuai dokumen kontrak yang disepakati kedua belah pihak. Di dalam dokumen kontrak terlampir beberapa dokumen pelengkap yang merupakan satu kesatuan dengan dokumen kontrak, seperti Amandemen kontrak, MC/CCO, Design/Gambar, KAK, Spesifikasi Teknik dan lainnya. Jadi Kami beranggapan pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan Sepesifikasi Teknik yang ada di dalam kontrak.

“ Pekerjaan sudah berfungsi seperti yang diharapkan. Pihak Dinas PU Kab. Donggala sudah melanjutkan pekerjaan kami dengan membuat IPA/SPAM (Instalasi Pengolaan air/Sistem Pengolahaan Air Minum), membuat jaringan pipa sampai ke sambungan rumah (SR). Dari data yang kami peroleh sudah terlayani 234 KK untuk kebutuhan air bersih yang intakenya berasal dari pekerjaan yang kami kerjakan. Alhamdulillah berjalan lancar,” tambahnya

Komitmen kami baik Dinas Cipta Karya dan Sumber daya Air Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Pekerjaan Umum Kab. Donggala untuk melayani kebutuhan air baku/bersih masyarakat di Desa Labuan Toposo Kab. Donggala sudah terwujud.

Kemudian, pihak rekanan sudah bekerja sesuai dengan pekerjaan yang disepakati dalam dokumen kontrak (termasuk sesuai dengan spesifikasi teknis). Kedepannya perlu pemeliharaan agar pelayanan kepada masyarakat bisa terus terjaga, dengan mengupayakan biaya operasi dan pemeliharaan serta keterlibatan masyarakat dalam mengelola asset yang sudah dibangun tersebut  agar pelayanan terus berkelanjutan.

Djaenudin menambahkan, bahwa masyarakat sudah memanfaatkan pembangunan sarana tersebut,” jelasnya

Ida Susanti ST.MM PPTK Pengelolahan Air Baku Bidang SPDAB menambahkan, akibat potongan kayu atau rotan dari kegiatan masyarakat menggunakan aliran sungai pada akhirnya menghantam batu-batu menutup saluran, mengharapkan kepada masyarakat peran serta dalam  menjaga, memelihara fasilitas Pemerintah agar dapat berfungsi sebaik mungkin,” ungkapnya. (B) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *