24 Pegawai PN Surabaya Belum Lakukan Rapid Test, Tetap Waspada

CB, SURABAYA – Setelah dilakukan Rapid Test Covid-19, Selasa (16/6) pegawai dilingkup PN (Pengadilan Negeri) Surabaya diketahui reaktif 4 orang.

Humas PN Surabaya, Martin Ginting dalam keterangan menjelaskan, bagi pegawai yang hasil rapid tesnya reaktif akan dilakukan tes lanjutan berupa tes PCR atau Swab untuk memastikan hasilnya.

“Memang ada beberapa yang dinyatakan reaktif, artinya perlu dilakukan folowup tindak lanjut untuk mengetahui kepastian apakah benar-benar positif atau tidaknya terpapar virus Corona,”terang Ginting, Rabu (17/6) di Gedung PN Surabaya.

Seperti yang diberitakan, 4 orang pegawai yang sementara ini dinyatakan reaktif diantaranya berinisial FI, bagian IT berdomisili di Putat jaya, kemudian IH Panitera Pengganti, berdomisili di Waru, lalu YP, staf bagian pidana berdomisili di Krembangan, dan AR, yang juga staf bagian pidana, ia berdomisili di Kedung doro, Surabaya.

“Setelah dievaluasi, wilayah-wilayah ini memang masuk zona hitam di Surabaya, sehingga segera kita upayakan untuk dia isolasi mandiri. Juga dilakukan tes swab. Sampai hari ini mereka sudah dalam penangana tim Gugus Tugas Covid-19, Surabaya, Jatim,”terang Ginting.

Untuk pegawai Yang sudah melakukan rapid tes menurut gintig jumlahnya sekitar 300 orang, sedangkan Yang tidak hadir mencapai 24 orang, dengan berbagai macam alasan.

Dari sejumlah pegawai yang tidak mengikuti Rapid tes itu, diantaranya terdapat seorang hakim yang saat ini sedang opname karena sakit.

“Seperti petugas masjid, cleaning service, ternyata Setelah saya cek ternyata 24 orang yang belum berkesempatan untuk di Rapid tes, ada juga hakim, satu orang sedang opnamne karena sakit,”ungkap Ginting.

Untuk pegawai yang belum melakukan rapid tes, Ketua Pengadilan menginstruksikan kepada yang bersangkutan diberi waktu selama 3 hari untuk segera melakukan tes dengan biaya sendiri.

“Sebagaimana yang disampaikan wakil ketua PN surabaya, wajib disampikan dalam beberapa hari ini untuk sebagai laporan bahwa yang bersangkutan sudah dilakukan Rapid tes.”imbuhnya.

Adanya pegawai yang dinyatakan reaktif tersebut, Pihak PN Surabaya kata Ginting, menghimbau kepada tim Gugus Tugas Covid-19 Surabaya untuk segera melakukan tes swab masal dilingkup PN Surabaya. Sebab Rapid tes yang dilakukan kemarin menurut Ginting memiliki akurasi yang rendah.

“Pagi ini tadi pimpinan sudah berkordinasi, memrintahkan pada sekretaris untuk mengirim surat pada gugus tugas Covid di Surabaya Jatim. Hasil rapid tes ini tidak menggambarkan hasil yang sebenarnya atau tingkat akurasinya rendah.”kata dia.

Seperti pengalaman sebelumnya, pihak PN Surabaya juga telah melakukan rapid tes dimana salah seorang pegawai bagian IT melalui Rapid tes dinyatakan reaktif, akan tetapi setelah dilakukan tes Swab yang bersangkutan dinyatakan Negatif. (Zai)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *