Polsek Diduga Tutup Mata, Wartawan Suara Republik Dikeroyok Panitia Bola Poli Lopor ke Polres

CB, TULUNGAGUNG – Saat pemerintah getol berupaya memutus mata rantai Covid-19, namun justru sebaliknya warga Desa Pakisrejo,  Kecamatan Kalidawir,  Kabupaten Tulungagung ini mengadakan kegiatan bola voli persahabatan antar desa. Numun, pada Kamis (28/08) berkisar pukul 22.45 saat Yoga

Puji Santoso (27) yang juga warga Desa Pakisrejo saat mempertanyakan waktu jam malam sudah bahis, namun niatan baiknya itu justru mendapat bentakan dan berujung pengeroyokan dari pihak panitia penyelenggara.

Merasa nyawanya terancam,  pria yang juga wartawan mingguan koran Suara Republik ini pun lari mengamankan diri dan saat itu pula ia pun langsung menghubungi via HP pada pihak Kanit Polsek setempat.  Namun, ironisnya,  pihak yang dihubungi ini pun terkesan tutup mata alias mengabaikan laporannya itu.

Merasa tidak ada tanggapan dari pihak polsek,  pria yang biasa di sapa Bondet ini,  Jumat (29/08),  pukul 11.00 akhirnya melaporkan kejadian penganiayaan yang yang menimpa dirinya itu ke pihak Polres Tulungagung.

”Sebenarnya saya hanya menanyakan soal waktu jam malam sudah habis,  tapi malah saya dibentak dan langsung dikeroyok.  Karena nyawa saya merasa terancam,  akhirnya saya pun lari dan langsung menghubungi bapak kanit (Rindu, red) lewat seluler.  Tapi sampai sekarang (Jumat siang, red) pun tidak ada jawaban atau mempertanyakan masalah tersebut,” kata Yoga saat ditemui di Polres Tulungagung, Jumat (29/08), kemarin.

Masalahnya,  lanjut Yoga,  saat ini dirinya mengalami lebam-lebam yang ada ditubuhnya.  Bahkan,  tanganya mengalami lebam cukup serius,  yakni setelah kirinya dijepitkan pintu milik rumah warga setempat. Bahkan,  dada yang saat itu kena bogem mentah,  kini pun ia mengalami gangguan pernapasan.

Masih kata Yoga,  penganiyaan yang dialaminya dan diketahui pelaku penganiayaan bernama Sutik cs ini segera ada tindakan tegas. Namun,  bila laporan tersebut,  yakni laporannya yang bernomor LP-B/94/VIII/RES.1.6/2020/RESKRIM/SPKTPOLRESTULUNGAGUNG ini tidak ada tanggapan,  maka dirinya pun bakal melanjutkan kasus tersebut ke pihak Polda Jatim.

”Kalau pihak sini (polres, red) tidak ada tindakan,  maka kami pun akan membawa kasus ini ke Polda Jatim,” kata Yoga yang juga didampingi sejumlah rekan-rekan wartawan saat melaporkan kejadian itu.

Namun,  pertanyannya,  terselenggaranya kegiatan bola voli yang dihadiri ratusan penonton tersebut  perlu dipertanyakan.  Pasalnya,  siapah yang mengizinkan kegiatan bola voli persahabatan antar desa itu bisa terselenggara saat pendemi covid ini masih berjalan.  Bahkan, seperti biasa,  kegiatan-kegiatan seperti itu indektik dijadikan ‘ajang’ perjudian para oknum-oknum bebotoh. Dan, siapakah dalang terselenggaranya kegiatan bola voli persahabatan di desa tersebut?(rul/cip)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *