Wisata Alam Setigi Angkat Perekonomian Masyarakat Sekapuk

CB, Gresik –  Guna meningkatkan ekonomi kerakyatan diwilayahnya, berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sekapuk. Saat ini di desa tersebut sudah berdiri lokasi wisata, yaitu Wisata Alam SETIGI (Selo, Tirto, Giri) yang berada di Desa Sekapuk, Kec. Ujungpangkah Kabupaten Gresik.

Selain lokasi wisata, Pemdes Sekapuk terus berinovasi guna menunjang perekonomian warganya, yang mana didalamnya juga di buka wisata kuliner. Setelah sempat ditutup beberapa bulan akibat wabah virus corona, yang selanjutnya mulai dibuka lagi pada 6 Juni 2020 lalu, Setigi terus meningkatkan sarana dan prasarananya. Diantaranya, pengembangan terhadap sentra kulinernya, yang mana awalnya hanya menjajakan menu makan dan minum kini bertambah dengan menyajikan makanan has (oleh -oleh).

Kepala Desa (Kades) Sekapuk Abdul Halim, mengaku, bahwa ide tersebut muncul saat wisata Setigi mulai bisa kembali beroperasi pada 6 Juni 2020 lalu. Yang mana pihaknya (Pemdes) Sekapuk langsung bersinergi dengan ibu – ibu PKK guna memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Pada saat itu disitulah muncul gagasan yang mana dimasing masing RT membuat satu makanan camilan, dengan satu wadah yang diberi nama dapur mbok inggih yang dikordinatori oleh PKK. Jadi dapur mbok inggih yang dimotori oleh PKK ini muncul dari ide ibu – ibu, sehingga setiap ada hari libur atau tanggal merah ada kebijakan tiket 1 paket dengan snack,” terang Halim, Jumat (28/8/2020).

Jadi yang biasanya tiket RP. 15.000 itu, lanjut Halim, kini ditambah Rp. 5000 untuk pembelian snack dari PKK, nah disini ternyata mampu meningkatkan regulasi dapur ibu ibu warga Sekapuk. Terbukti pada masing masing RT  dalam 1 Minggu mampu menyetor sekitar 200 bungkus snack, yang mana makanan itu dikelola sendiri oleh ibu – ibu tersebut tanpa pengawet, dan bisa dinikmati oleh para pengunjung wisata.

“Alhamdulillah dari situ ada tantangan untuk kebutuhan kendaraan guna operasional para pedagang, yaitu untuk mengangkut snack tersebut dari gudang PKK yang berada di Balai Desa menuju ke lokasi wisata. Dari hasil tersebut ibu ibu PKK saat ini sudah mampu membeli mobil merek Alphard secara mandiri untuk operasional. Sementara, untuk produk unggulan disini masih belum ada branch yang diunggulkan, karena masing masing RT sudah punya produk unggulan yang total kurang lebih 29 item,” terang laki laki yang dijuluki Begawan Setigi ini.

Menurut Abdul Halim, semua itu adalah merupakan makanan tradisi leluhur yang harus dipertahankan. Jadi pergerakan di dapur mbok inggih itu yang pertama mampu mengangkat ekonomi kerakyatan, yang kedua mampu mepertahankan makanan makanan lokal warisan leluhur, diantaranya, kemplangan, japitan, rengginang. Jadi makanan makanan tersebut biasanya hanya diproduksi ketika oranh mau punya hajatan saja, tapi sekarang tidak, hampir setiap hari di Sekapuk memproduksi itu untuk dijual di wisata ini.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada para pengunjung karena ketika pengunjung itu mau datang di hari libur atau tanggal merah secara otomatis pengunjung itu jadi pejuang ekonomi kerakyatan yang mampu menghidupi operasional wisata, sekaligus mampu memperjuangkan ketahanan makanan camilan leluhur, karena kalau tanpa adanya mereka siapa yang akan beli,” ungkap Kades Sekapuk.

Kalau tidak ada yang beli, kata Kades, bisa jadi makanan tersebut akan punah dan nantinya anak cucu kita tidak akan menemui yang namanya makanan tersebut. Jadi dari dapur mbok inggih ini mampu membuka lapangan kerja dan juga mampu mempertahankan ekonomi kerakyatan, dan mempertahankan produk leluhur.

“Harapan kami pemerintah juga turut serta dalam mengembangkan produk produk PKK ini, paling tidak bukan hanya menjadi makanan lokal saja tapi bisa diterima di publik pasar agar bisa bersaing produk PKK ini dengan para industri – industri makanan lainnya,” terang laki laki asal Sekapuk ini.

Sementara ibu ibu PKK Desa Sekapuk mengaku, bahwa dengan adanya wisata Setigi tersebut bersyukur karena terbantu perekonomiannya.

“Kami warga Sekapuk, khususnya ibu ibu sangat terbantu dengan adanya wisata ini, dimana dulu kita hanya bisa menadahkan tangan kepada suami, kini dengan adanya ibu tangguh di Sekapuk ini sekarang ndak sepenuhnya menadahkan tangan kepada suami,” ujar Lis

Saat ini, lanjut Lis, ibu ibu di Sekapuk saat ini ndak ada yang pengangguran, semua sibuk membuat jajanan (Oleh oleh) untuk dipasarkan di wisata Setigi ini.

“Kendati demikian kami tetap berharap agar pemerintah setempat, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Gresik membantu mempromosikan jajanan tersebut, terlebih lagi wisata Setigi ini agar lebih di kenal lagi, seperti akses jalannya, rambu rambunya, karena masih banyak pengunjung yang kesasar (tersesat),” ujar Lis sembari melayani makanan kepada pengunjung.

Salah satu pengunjung dari Kota Tuban, kepada Media Cahaya Baru mengaku cukup senang berada di wisata Setigi, baik lokasinya dan tatanannya.

“Mungkin untuk suasanannya masih panas, bisa diatur lagi agar tidak terlalu panas serta di tambah pohon pohon besar dan sarana sarana lainnya,” singkat Eko

Wisata Setigi (Selo Tirto Giri) merupakan tempat wisata yang memang menyajikan pemandangan alam, yaitu Batu, Air dan Bukit. Lokasi Setigi yang asalnya adalah sebuah Bukit Kapur, yang dijadikan tempat pembuangan sampah, atas upaya dan kerja keras warga Desa Sekapuk yang dimotori oleh Kades Sekapuk Abdul Halim kini mampu memberikan nuansa keindahan alam yang sangat berbeda diantara wisata wisata yang ada.

Selain keindahan alamnya, di Setigi juga telah disiapkan tempat untuk spot spot foto, area bermain, kolam renang (masih tahap pembangunan), tempat bermain sepeda air, serta wisata kulinernya yang semakin lengkap dengan menyajikan jajanan has peninggalan leluhur . ( sis )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *