Polsek Kalidawir Operasi Yustisi di Warkop-warkop, Kanit IPP: Rasa Sadar Warga Terapkan Prokes Capai 80 Persen

CB, TULUNGAGUG – Operasi Yustisi, dengan sasaran warga masyarakat pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Tulungagung, masih terus berjalan. Sasaran operasi tersebut, yakni bagi warga yang tidak memakai masker saat beraktifitas di luar rumah.

Disisi lain, Operasi Yustisi serentak yang sudah berjalan dua pekan dan digelar serentak ini adalah menindaklanjuti usai dibentuknya Tim Pemburu Pelanggar Prokes atau Tim Mobile Covid Hunter Tiga Pilar Kabupaten Tulungagung di pendopo Kongas Arum Kusumoning Bonso.

Tujuan Operasi Yustisi, mengajak warga tertip dan disiplin menerapkan Prokes, khususnya disiplin memakai masker dan tetap jaga jarak saat beraktifitas di luar rumah guna menekan angka penyebaran wabah Covid-19 tersebut

”Untuk malam ini (tadi malam, red) sasaran Opersi Yustusi di warkop-warkop. Seperti biasa, mereka yang biasa ngopi ini kadang kurang memperhatikan jaga jarak,”kata Kapolsek Kalidawir AKP Santoso melalui Kanit Intelnya, Aiptu Sanuri.

Operasi Yustisi yang sudah berjalan dua pekan ini lanjut pria yang terlihat santun itu, rasa sadar masyarakat Kalidawir mulai tumbuh dan kedisiplinan warga masyarakat menerapkan protokol kesehatan
sudah nampak jelas. Bahkan,
saat Operasi Yustisi
kepada penggunan jalan nyaris tak satu pun ditemukannya warga yang melanggar Prokes.

”Rasa kesadaran masyarakat Kalidawir terhadap protokol kesehatan sudah mencapai 80 persen lebih mas. Bahkan, saat kita melakukan Operasi Yustisi di jalan nyaris tidak satu pun warga yang melanggar protokol kesehatan,” jelas pria yang pernah bertugas di Kantor Bersama Samsat Tulungagung kisaran dua tahun itu.

Masih kata Sanuri, dan perlu diingat untuk pelaku usaha warkop untuk tidak bosan-bosannya mengingatkan pelanggan untuk tetap menggunakan masker dan memperhatikan jaga jarak saat ngopi. Sebab, menurutnya, saat pihaknya sudah melakukan sosialisi dan masih saja ada warga yang ngopi di tempat warkop yang abaikan Prokes, justru sanksinya akan lebih berat, yakni denda uang dan sanksi tutup sementara.

”Pelaku pengusaha warkop akan lebih berat jikalau tidak rajin mengingatkan pelanggannya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Sanuri sembari bagi-bagi masker kepada warga yang saat itu lagi asik ngopi di tempat Warkop Angkringan Sedulur, Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir itu.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *