Buang Limbah Sembarangan , Warga Menjerit Akibat Dampak Limbah Buang Sembarangan

CB, Gresik – Dibalik pintu besi yang terlihat jarang dibuka, ternyata didalamnya ada bangunan dua lantai . Dari tata ruang perencanaan akan dibuat pergudangan dan perkantoran. Ada sekitar puluhan unit kosong tak berpenghuni, yang tampak ada penerangannya hanya ada satu – dua saja. Titik lokasinya di desa Putat lor RT 5 RW 02 kecamatan Menganti Kabupaten Gresik.

Ironisnya tempat yang kosong itu dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk penampungan limbah yang sangat berbahaya. Dalam pengamatan wartawan, limbah B 3   dalam bentuk limbah cair yang belum tahu jenisnya. Tapi limbah cairnya berdampak di tanaman jika kena cairan itu langsung mati.

Dampak yang mengerikan terjadi pada lahan yang produktif seperti tanaman warga yang terdampak yaitu pohon Pisang banyak yang mati sebelum berbuah. Kalaupun bisa berbuah, buahnya berwarna hitam. Pohon Mangga buahnya banyak yang rontok daunnya pun layu. Pohon Nangka  buahnya tidak bisa besar dan berwarna hitam. Ya betul pak (wartawan – red)  ungkap Eko warga yang terdampak. Dengan muka sedih karena tanaman di tanah pekarangan ya selama dua tahun tidak ada hasilnya.

Hartoyo sebagai ketua RT angkat bicara, adanya tuduhan di duga warga keterlibatan pembuangan limbah yang ada diwilayahnya “Saya hanya dititipi kunci pagar, pesan dari AW dengan temanya G jika ada urukkan yang mau masuk tolong dibuka. Saya (Hartoyo – red) hanya sebatas buka pagar saja, saya sendiri tidak tau jika urukkan itu limbah” tegasnya pada awak media Minggu (11/10/2020).

Pernah pada suatu malam, AW dan G meminta kunci untuk buka pintu gerbang, alasanya mau menyirami Urukkan biar debunya tidak berterbangan dalam bentuk mobil tangki. Setelah disiram besoknya tanaman disekitar kok pada matI. Saya juga dikomplain warga kok ada cairan masuk tanah pekarangan, tanah yang dilalui air itu bisa mengeluarkan asap.

Keesokan hari tanaman di ladang warga kok pada yang mati. Saya baru sadar yang dibuat menyirami itu limbah yang berbahaya” jelas ketua RT 05 RW 02 desa Putat lor.

Jadi benar kata warga bahwa di gudang itu ada buang limbah” pungkas  Hartoyo dengan raut muka merasa bersalah, ternyata yang dibuat menyirami itu limbah yang sangat berbahaya. ( sis )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *