Berkedok Penyidik Tipikor Dan Mengaku Anggota KPK , Warga Asal Lamongan Di Amankan Polres Gresik

CB, Gresik –  Polres Gresik menggelar press release pengungkapan pelaku kasus tindak pidana penipuan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP yang berhasil diungkap oleh Satuan Unit Reskrim Polsek Cerme Polres Gresik.

Kegiatan press release dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik, AKBP. Arief Fitrianto SH, S.I.K, MM, didampingi Kasat Reskrim AKP. Bayu Febriyanto Prayoga SH, S.I.K, M.I.K, Kasubag Humas Res Gresik AKP. Bambang Angkasa, dan Kapolsek Cerme AKP. Nur Amin.

Dalam press release tersebut, Kapolres Gresik AKBP. Arief Fitrianto, menjelaskan, bahwa kejadian penipuan tersebut terjadi pada bulan September 2020 sekitar pukul 13.00 WIB, tersangka berinisial VA alias Mohammad Eliyas mendatangi korban Khoirul Anam, sambil menerangkan dan mengaku berprofesi sebagai Penyidik Tipikor Polda Jatim.

Pasalnya, selain mengaku berprofesi sebagai penyidik tipikor tersangka VA juga mengaku sebagai anggota KPK. Maksud dan tujuan dari tersangka menemui korban adalah, berdalih mendapatkan perintah dari pemerintah pusat, untuk memberikan satu program bantuan di Sekolah MI, berupa Dana Hibah Nasional dengan total nilai anggaran sebesar Rp 350.000.000.

“Apabila Khoirul Anam (korban red) bersedia dibantu, maka pihak sekolahan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 5.750.000 untuk pengurusan pajak dan pencairan dana hibah tersebut. Untuk meyakinkan korbannya, saat itu pelaku memakai masker yang bertuliskan Tipikor, serta menunjukkan Borgol,” terang kapolres .

Setelah itu, lanjut Kapolres, pada hari Selasa 6 Oktober 2020 sekitar pukul 16.00 WIB, tepatnya di Ds. Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, tersangka VA mendatangi korban lagi sambil menunjukkan sebuah koper yang berisikan uang, dengan modus menerangkan bahwa uang tersebut milik Sekolah MI lain, yang sudah melakukan pembayaran pengurusan dan pajak untuk mencairkan dana hibah.

“Karena percaya kemudian Khoirul Anam (korban red) memberikan uang sebesar Rp 5.750.000 kepada tersangka VA, dan dijanjikan bahwa uang dana hibah akan segera dicairkan paling lambat tanggal 9 Oktober 2020. Namun, setelah jatuh tempo tanggal tersebut tersangka menghilang dan sudah tidak bisa dihubungi lagi,” ungkap AKBP. Arief Fitrianto, pada press release yang digelar di halaman Mapolres Gresik, Senin (19/10/2020) siang.

Masih Kapolres, karena merasa dirugikan akhirnya korban melapor ke Polsek Cerme atas kejadian tersebut. Selanjutnya atas dasar laporan dari korban, anggota Polsek Cerme langsung melakukan penyelidikan terkait keberadaan tersangka. Dan pada tanggal 12 Oktober 2020 pukul 22.00 WIB petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti untuk tindak kejahatan, diantaranya, satu lembar kuitansi pajak pencairan Dana Hibah Nasional untuk pembangunan Gedung MI Miftakhul Ulum Ds. Betiting, Kec. Cerme, Kab.Gresik sebesar Rp 350 juta, yaitu senilai Rp 5.750.000 tanggal 6 Oktober 2020 dari korban Khoirul Anam.

Serta 1 Lembar E-KTP an. H. Mohamad Eliyas SH, MH, tiga lembar E-KTP an. H. Vicky Andreanto, dengan alamat Ds. Selat, Kec. Narmada, Lombok Barat Mataram, satu pucuk senjata api mainan jenis pistol warna hitam, 1 rompi warna hitam yang bertuliskan KPK, 5 masker yang bertuliskan Tipikor, 1 Pin KPK, 1 lencana advocad, 2 buah stempel, 1 borgol, 1 lembar brosur informasi tentang pengaduan ke KPK, 1 koper yang berisikan uang mainan, terdiri dari pecahan seratus ribuan, pecahan lima puluh ribuan, pecahan dua puluh ribuan, pecahan sepuluh ribuan, pecahan lima ribuan, pecahan dua ribuan dan pecahan seribuan, 1 buku rekening Tabungan Tahapan BCA, 1 buku rekening Tabungan BNI Taplus, dan 1 buah baju toga warna hitam.

Sementara, tersangka VA mengaku bahwa sudah menjalankan aksinya sebanyak dua kali, sedangkang peralatan yang digunakan untuk mengelabuhi korbannya dibelinya melalui online. “Saya asli Lamongan pak, pekerjaan saya sebagai kuli bangunan,” aku tersangka.

“Kepada warga masyarakat jangan mudah percaya dengan modus modus seperti ini,” imbau orang nomer satu di jajaran Polres Gresik ini.

Saat ini tersangka beserta barang buktinya berhasil diamankan, guna pengembangan proses penyidikan lebihlanjut . ( sis )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *