Pupuk Bersubsidi di Tulungagung ‘Menghilang’, Mahasiswa, Poktan dan LSM Geruduk Dinas Pertanian

CB, TULUNGAGUNG – Pada zaman Presiden RI Ir Soekarno hingga Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi), pupuk bersubsidi masih saja jadi polemik. Pasalnya, saat para petani membutuhkannya, tiba-tiba pupuk bersubsidi ini menghilang bagai ditelan bumi. Apa penyebab hilangnya pupuk dan siapa otak dibalik semua ini?

Ironis memang. Sebab, hilangnya pupuk bersubsidi yang sangat merugikan petanin dan yang hingga saat ini belum terurai juga. Tak pelak, dengan hilangnya pupuk bersubsidi yang terkesan langka ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) pun akhirnya melampaui batas. Di Kabupaten Tulungagung misalnya, pupuk bersubsidi yang dibutuhkan petani kini pun sulit didapatkannya.

Padahal, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sempat meminta kepada sejumlah kabupaten yang ada di Jawa Timur untuk mempercepat masa tanam kedua. Hal ini, yakni dalam rangka mengantisipasi krisis pangan akibat kemarau panjang dan pendemi Covid-19.

Upaya mengantisipasi guna memastikan ketersedian stok pupuk bersubsidi menjelang musim tanam Oktober 2020-Maret 2021, pada bulan lalu, Khofifah pun telah mengunjungi pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik bersaman perwakilan Dirjen Kementrian Pertanian (Kementan).

Dan, kini, merasa kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, yakni masiswa yang tergabung dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tulungagung, Poktan dan LSM Cakra akhirnya mendatangi Dinas Pertanian setempat. Mereka,
mahasiswa dan Poktan serta LSM Cakra akhirnya pun ditemui langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tulungagung, Ir Suprapti serta kabidnya, Senin (26/10). Dan, dalam pertemuan tersebut, argomentasi soal pupuk bersubsidi ini pun terjadi.

”Soal pendistribusian pupuk itu bukan dari pihak kami, dan
kami hanya menyediakan angka saja,”kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir Suprapti saat dicecar pertanyaan para mahasiswa, Poktan dan LSM di Gedung Pertemuan milik Dinas Pertanian seraya mengatakan bahwa dirinya juga pusing dibuatnya terkait pupuk.

Pengajuan petani, lanjut Suprapti, tidak semua terealisasi oleh Pemerintah. Sehingga, kalau persoalan pupuk bersubsidi ini akan dibawa ke pusat, ia pun merasa senang karena merasa terbantu.

”Jadi kalau persoalan pupuk ini mau dibawa ke pusat (dilaporkan, red), saya malah senang dan ini justru malah membantu saya,”ujar Suprapti.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tulungagung, Edy Purwo Santosa, mengatakan bahwa kelangkaan pupuk ini sebenarnya tidak ada. Namun demikian, mereka para petani yang terdaftar di RDKK pasti mendapatkan pupuk bersubsidi dengan mudah. ”Yang tidak mendapatkan pupuk ini, kemungkinan mereka petani yang tidak terdaftar RDKK. Dan mereka yang terdaftar, pastinya tidak ada kesulitan,”kata Edy
saat dikonfirmasi Cahaya Baru.

Para petani yang belum terdaftar, lanjut Edy, rencana bakal didaftar semuanya. Tujuannya, semua itu, upaya mengantisipasi pada tahun-tahun akan datang tidak lagi terjadi hal seperti ini. ”Jadi, mereka petani akan kami daftar semua dan jangan sampai ada yang terlewatkan,”jelas Edy.

Sementara itu, Susetyo Nugroho selaku Anggota Kehormatan LSM Cakra dari hasil pertemuan dengan pihak Dinas Pertanian mengatakan, bila pihak pertanian tidak bisa segera menyelesaikan soal pupuk, ia pun akan membawa soal tersebut pada ranah hukum, yakni seperti yang terjadi di Kabupaten Jombang.

”Kalau pupuk itu jelas sekali mencukupi, dihitung dari besaran lahan dan yang terealisasi sangat mencukupi. Namun, dinas berkilah terkait luasan lahan. Jadi persoalanan di Kabupaten Tulungagung harus segera terselesaikan dan bila tidak akan kami bawa ke ranah hukum, sebagaimana yang terjadi pada Jombang,”jelas Yoyok kepada Cahaya Baru usai pertemuannya itu.(rul/Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *