Kontestasi Pilkada Gresik dan Insfratruktur Desa Betiting kecamatan Cerme

CB, GRESIK – Wajah baru desa dan pemerintah Desa Betiting kecamatan Cerme kabupaten Gresik, setelah melalui proses pemilihan kepala Desa secara serentak (2018) diberbagai wilayah kabupaten seluruh Indonesia.

Desa Betiting kecamatan Cerme kabupaten Gresik telah menentukan Musholli sebagai pemangku kepentingan desa yang baru, setelah berhasil meyakinkan penduduk desa dengan mengalahkan beberapa peserta calon diantaranya adalah incumben.

Ditemui awak media Cahaya Baru di selah kesibukannya akhir November 2020, dikemas dalam diskusi ringan mengingat kondisional saat ini masih menghadapi pandemi covid-19.

Mengangkat isu terhangat beberapa bulan terakhir, seusai persiapan dari para peserta calon Bupati dan wakil Bupati Gresik dan penentuan dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) tentang kontestasi politik ditingkat daerah yang rencananya akan digelar pada hari Rabo tanggal 9 Desember Tahun 2020.

Diberbagai tempat terlihat banyaknya proses pembangunan infrastruktur yang terhambat akibat pengalokasian dana yang dialihkan guna penanganan serta penanggulangan pandemi covid-19, tak terkecuali mangkraknya pembangunan pendopo Desa Betiting kecamatan Cerme, Gresik (lihat foto atas).

Pekerjaan berat pastinya bagi Musholli, selain senantiasa mengingatkan para penduduk untuk mematuhi protokoler kesehatan juga fokus pada keberlangsungan pembangunan pendopo yang masih beratapkan terpal yang terbuat dari plastik, tersungging senyuman tipis semoga sesegera mungkin saya beserta team pemerintah desa dapat menyelesaikannya, ucap Musholli saat menemui Cahaya Baru dan beberapa tamu dipendopo, terlihat usai menyelesaikan tugas diruang kerjanya.

Kepercayaan tidak hanya didapat dari penduduk Desa Betiting, namun segenap sejawat kepala desa sewilayah kecamatan Cerme menndapuk Musholli sebagai wakil ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) kecamatan, terdapat 25 desa dengan berbagai macam latar belakang karakter serta senioritas para kepala desanya.

Menyinggung sedikit tentang kontestasi Pilkada, sesuai kapasitasnya sebagai wakil ketua AKD kecamatan Cerme, Musholli mencoba merespon apa yang menjadi perbincangan bersama saat ini ialah tradisi pesta demokrasi yang masih harus kita benahi bersama dengan mendewasakan seluruh pihak guna tercapainya proses pemilihan yang lebih demokratis, ucapnya.

Kecerdasan intelektual, spiritual dan kecerdasan emosional dari figur para calon Bupati dan wakil Bupati dapat menjadi referensi kriteria seorang pemimpin, bagi saya, kedua calon mempunyai kans yang sama yaitu mampu dari aspek intelektual, spiritual maupun emosional, ucap Musholli.

Mengingat kebiasaan pada proses pemilihan serta besarnya beaya penyelenggaraan pesta demokrasi, tertanggal waktu pencoblosan tentunya pemerintah akan meliburkan secara nasional, dan dalam pandangan saya para peserta calon Bupati dan wakil Bupati Gresik saat ini sama-sama mampu memenuhi kebutuhan tersebut atau cerdas secara finansial, untuk itu kepada para pemilih agar meluangkan waktu guna memberikan suaranya, himbau Musholl mengakhiri.(Sub)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *