Balai Desa Gebang Pakel Masih Jadi Ajang Penyaluran BPNT Paketan

CB, TULUNGAGUNG – Kementrerian Sosial (Kemensos), sebulan lalu telah datang langsung di Kabupaten Tulungagung. Kedatangannya Kemensos tersebut, yakni melakukan evaluasi soal bantuan sosial di Kota Marmer yang penyalurannya masih carut marut dan diduga adanya permainan alias jadi ajang bisnis oleh sejumlah oknum.

Renatha (30), Kasubag Advokasi Biro Hukum Kemensos mengatakan bagi e-warong yang bermasalah, yakni warung yang tidak berjualan secara tetap untuk segera ditutup. Disisi lain,
penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak diperbolehkan secara paketan dan penyalurannya pun tidak diperbolehkan di balai desa.

Selain itu, sesuai aturan baru, telah diatur yang tidak memperbolehkan ASN, Bumdes maupun perangkat desa sebagai penyalur. Namun ironisnya, masih saja terjadi penyaluran BPNT di Tulungagung yang masih bandel dan penyaluran bansos dilakukan di sebuah balai desa. Terbukti, Rabu (25/11), di Balai Desa Gebang, Kecamatan Pekel Kabupaten Tulungagung ‘jadi ajang’ penyaluran BPNT paketan.

Ironisnya, mereka Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tiba-tiba menerima undangan dan langsung menerima paketan tersebut tanpa melakukan penggesekan. Lebih ironis lagi, saat pembagian BPNT ke KPM ini, pemilik e-warong tidak terlihat batang hidungnya di balai desa tersebut.

”Saya tidak tahu mas dan ini hanya dipasrahi e-warung untuk dibagikan ke KPM,”kata Kasi Kaur Kesra Desa Gebang saat dikonfirmasi para awak media, Rabu (25/11). Mungkin, imbuh pria yang biasa dipanggil Mbah Mul tersebut, pembangian BPNT di balai desa ini dikarenakan e-warong terlalu jauh. ”Mungkin e-warungnya lokasinya terlalu jauh mas,”jelasnya.

Sementara itu, sebanyak 102 KPM ini hanya menerima paketan 15kg beras, 1kg kacang tanah, 1kg buah jeruk dan 10 biji telor. ”Ini sebuah pembodohan pada rakyat. Kan sudah jelas sesuai Pedum dan kenapa masih saja terjadi di Tulungagung,”kata Totok, selaku Ketua LSM Cakra saat ikut memantau jalannya pembagian BPNT yang terjadi di Balai Desa Gebang dengan mimik kecewa.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *