Diduga Main Suap, Mantri Pasar Terima Uang Dari Pedagang Bakso

CB-Lumajang, terkait penemuan ketidak benaran diantara pedagang bakso yang berenisial Su alias Nari yang sumber mata pencariannya dari hasil dagangan bakso yang berada dipasar mingguan kata orang disebut pasar “selosoan” yang ada di Desa Krai kecamatan yosowilangun kabupaten Lumajang kini menjadi sorotan publik.

Pasalnya Su alias Nari berani mencoba menyuap petugas pasar dengan alasan ingin memiliki tempat lain selain toko yang sudah dimiliki sebelumnya, artinya sedikit ingin menguasai lokasi pasar sehingga dengan cara apapun ia berani menyuap petugas pasar.

Su alias Nari menceritakan awal dirinya memberikan sejumlah uang kepada mantri pasar dengan harapan bisa menempati toko yang di inginkannya.

“Sayakan ingin petak yang didepan sebelah barat berencana jual sayuran jadi saya mencoba meminta kepada pak mantri dengan memberikan uang 1 jt, besar harapan keinginan saya terkabul” ujarnya.

sementara itu Menurut Wagito selaku koordinator Pasar Yosowilangun ketika dikonfirmasi mengakui bahwa Su alias Nari ini pernah datang kerumahnya tujuannya adalah ingin memiliki dan menempati toko yang ada disamping toko miliknya.

“Su alias Nari ini memberikan sejumlah uang Rp, 1000.000 (satu juta rupiah) dengan alasan agar kemauanya terkabulkan, namun saya jawab jangan dulu karena takutnya pedagang yang lain komplain.” terangnya.

Wagito pun mengakui kalau uang tersebut bukan hasil meminta dan saat ini sudah dikembalikan kepada yang bersangkutan.

Namun sampai beberapa bulan ini tidak ada tanggapan apapun apalagi menempati toko yang diharapkannya selama hampir tiga bulan ini menurut istri Su alias Nari memyampaikan bahwa uang satu juta tidak dikembalikan bahkan toko yang diharap tak kunjung di terima dari pihak petugas pasar,”tutur istri Su alias Nari kamis 19/11.

Pihak pemerintah harus ambil tegas dengan adanya kasus seperti ini yang seharusnya tidak terjadi diwilayah pemerintah Lumajang apalagi kaum pedagang berani menyuap, dan petugas pasar juga berani menerima, itu sama halnya Doyan Uang suap bagaimana tanggapan dari Dinas Perdangangan sendiri,” Bersambung.(Har/gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *