Debat Publik Terakhir Pilkada, Rijanto – Marhaenis Berikan Bukti Konkret dan Jelas

CAHAYA BARU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar laksanakan debat publik Pilkada putaran 3 yang disiarkan langsung melalu media elektronik serta kanal Youtube KPU, Selasa (1/12/2020). Debat kali ini memgusung tema “Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi.”

Dalam debat paslon no.urut 1 Rijanto – Marhaenis dengan slogan Cepat, Dekat, Ora Ragat ini, terlihat lebih unggul dalam penguasaan materi. Seperti materi yang disajikan panelis tentang layanan publik dan reformasi birokrasi, sudah dan sedang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar semasa kepemimpinannya. Seperti program peningkatan pelayanan publik dengan program Joss Banget Mas (Jemput Online Single Submission/ OSS Bersama Instansi Terkait Malam Hari Bisa). Jalasutra (Jenis Apa saja Layanan Masyarakat cukup ke Kantor Desa) di Kecamatan Wates.
Reformasi Birokrasi dalam perjalanannya terus berbenah dan berinovasi, dulu mengurus KTP ngantri. Sekarang ada layanan JEBOL (Jemput Bola) Drive Thru yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan menempatkan TLA (Tempat Layanan Adminduk) diberbagai kecamatan dan desa.
Inovasi yang sudah berjalan akan dilanjutkan melalui 9 plus program kerja BLITAR BERGAS (Birokrasi Lincah,Tangguh, Bersih dan Tangkas). Menyederhanakan birokrasi yang cepat serta tangkas. Mengembangkan mekanisme reward and punishment berbasis kinerja. Otomatis rutinitas pemerintahan dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Membangun portal data berbasis Artificial Intellegence (AI).

Salah satu pengamat dan juga pengusaha, Agus Slamet, SE, MM kepada wartawan mengatakan bahwa, pada debat publik sesion 3 atau sesion akhir, calon bupati wakil bupati Kabupaten Blitar antara pasangan nomor urut 1 Drs. H. Rijanto, MM – Marhaenis Urip Widodo dengan pasangan nomor urut 2, Rini Syarifah- H.R. Santoso, SH, jelas kurang seimbang. “Mengamati debat kemarin saya melihat tidak imbang antara statement yang disampaikan incumbent dengan satu pasangan yang baru mencoba untuk ikut dalam kancah Pilkada ini. Sinergitas pak Rijanto dengan pak Henis meskipun juga banyak didominasi oleh pak Rijanto tapi pak Henis pun juga ikut memberi statemen yang sangat bagus karena itu sudah di jalankan,” ucap Agus.

Masih kata Agus Slamet “Sementara dari penantang, yang saya lihat juga lebih banyak didominasi oleh calon Bupat sehingga waktu yang tersisa masih banyak dan tidak dimanfaatkan oleh wakilnya. Eman-eman namanya debat itu kalau bisa waktu dimanfaatkan yang maksimal. Sisa waktu yang masih lama dimanfaatkan sebaik – baiknya oleh yang memberi penjelasan,” tuturnya pengamat debat ini.

Ditambahkan oleh Agus Slamet yang juga sebagai pembina dibeberapa lembaga, “Debat kemarin saya melihat apa yang ditanyakan itu, semua sudah dijalankan oleh pak Rijanto dan pak Marhaenis dan terlihat saling bahu -membahu untuk memberi jawaban. Sementara itu, penantangnya sangat tidak memanfaatkan waktu yang ada. meskipun waktu masih terikat juga tidak dihabiskan dan calon wakil bupati nya pun juga tidak memberi tanggapan, itu yang sangat saya sayangkan. Namanya debat, harusnya bisa meyakinkan audiens “pungkasnya.

Sementara secara terpisah Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Kabupaten Blitar, Choirul Fuad menilai selama kepemimpinan Bupati Blitar Rijanto bersama Wabup Marhaenis, setiap instansi dengan pendampingan JPKP tidak ada kendala “Jadi untuk urusan dokumen setiap instansi dengan pendampingan JPKP, semua berjalan lancar seperti contohnya pendampingan waktu di RSUD dan lain-lain” kata Choirul.

Ketika diminta tanggapan soal d terakhir calon Bupati Wakil Bupati Blitar Choirul mengatakan “Debat semalam untuk paslon no.1 sangat menguasai materi dan paslon no.2 ditanya soal pengurusan mencari dokumen kependudukan belum tahu sebenarnya yang terjadi dilapangan. Semua itu sudah berjalan baik dengan program layanan sistem oss” jelasnya. (Pram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *