Rentan Marah, Atmosfer Kekesalan Warga Desa Korban Jebolnya Tanggul Sungai Kali Lamong

CB, GRESIK – Sampai berita ini ditayangkan, Senin (4/1/2021), beberapa desa dalam wilayah kecamatan Cerme kabupaten Gresik, masih terendam luapan air Anak/Sungai Kali Lamong akibat cuaca musim penghujan dengan debet air yang tinggi.

Anak/Sungai Kali Lamong yang berhulu di wilayah kabupaten Mojokerto, wilayah daerah yang bertangga dengan kabupaten Gresik, dan menjadi satu wilayah Provinsi Jawa Timur, akhir-akhir ini kembali meluap disebabkan kurang dapat menampungnya debet air yang tinggi mengingat masa pergantian musim, (awal/10/2020) memasuki musim penghujan dengan curah hujan yang begitu deras.

Curah hujan yang begitu deras dari dua wilayah daerah tersebut (Mojokerto-Gresik), serta mengingat upaya normalisasi Anak/Sungai Kali Lamong sudah lama tidak pernah dilakukan oleh pemerintah, mengakibatkan luapan air mencapai kedalaman yang tidak pernah dialami sebelumnya juga meluap ketempat-tempat yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Berikut hasil dari penelusuran awak media Cahaya Baru dilapangan dari salah satu desa yang paling terdampak dan sangat memerlukan perhatian khusus, selain terendamnya hektaran lahan pertanian tambak juga tergenangnya pemukiman penduduk desa yang diperkirakan volume air masih terus meninggi dan dapat menenggelamkan rumah-rumah penduduk.

Rintik-rintik hujan yang disertai sesekali hujan deras telah menjadi tradisi cuaca pada hari sebelum dan sesudah tahun baru, berketetapan dengan hari libur Nasional dan cuti bersama. Via telepon, Yudi Kades Tambak Beras kecamatan Cerme kepada Cahaya Baru menyampaikan bahwa wilayah desanya sudah dalam keadaan siaga satu, ucapnya singkat.

Cahaya Baru, guna mendapatkan informasi lebih lanjut dan dalam rangka melengkapi artikel berita sebelumnya tentang kerugian materiel terbesar yang dialami oleh desa-desa terdampak atas meluapnya Sungai Kali Lamong yang terjadi pada akhir tahun ini (2020).

Tengah hari, dibalai Desa Tambak Beras kecamatan Cerme kabupaten Gresik, Senin, (4/1/2021) hari pertama pemerintahan memulai aktivitasnya setelah libur Nasional dan cuti bersamanya. Jemu, lelah, penat dan kesal bercampur, terlintas dari mimik Kades dan wajah beberapa warga penduduk saat kedatangan awak media Cahaya Baru yang akan mengkonfirmasi serta mengklarifikasi kabar termutakhir tentang luapan air Sungai Kali Lamong.

Terlihat perahu karet team penyelamat bencana dipendopo desa, tidak banyak ungkapan yang disampaikan oleh Kades Yudi kepada awak media Cahaya Baru. Hanya sangat menekankan dengan mewanti-wanti kepada pihak yang berkompeten dalam menyelesaikan masalah ini yaitu (Pemda Gresik/BBWSBS) untuk sesegera mungkin mengupayakan pembendungan jebolnya tanggul Sungai Kali Lamong yang tepat berada di area wilayah Desa Tambak Beras dan sekitarnya.

Mengingat tanggul Sungai Kali Lamong wilayah Desa Tambak Beras kecamatan Cerme kabupaten Gresik, yang berbatasan dengan Kota Surabaya, dan yang telah terlebih dahulu dibangun penanngulan yang kuat oleh pemerintah kota Surabaya melalui Ibu Risma selaku walikota pada awal periode menjabat, tentu bagi saya selaku pemangku kepentingan desa sangat menekankan agar pembangunan penanggulan Sungai Kali Lamong di wilayah Desa Tambak Beras dan sekitarnya menjadi prioritas kinerja bagi segenap pihak yang berkompeten, harap Kades Yudi, walaupun tidak sepenuhnya, keluhnya.

Berhari-hari Kades Yudi beserta segenap penduduk desa dan relawan untuk siap siaga mengantisipasi volume air yang kian meninggi, menjadikan atmosfer yang rentan tersulut dapat menjadi kemarahan, ditambah kekesalan hati dari semua warga korban dampak luapan air Sungai Kali Lamong yang terjadi untuk kesekian kalinya dan terus berulang-ulang, penduduk desa sudah tidak butuh bantuan logistik lagi, ungkap Kades Tambak Beras seraya memberikan keterangan rinci soal kerugian.

Senada dengan Kades Yudi, Mustofa sebagai salah satu penduduk desa yang sekaligus sebagai relawan, membenarkan bahwa untuk bantuan-bantuan logistik sudah tidak diperlukan lagi oleh penduduk desa maupun pemerintah Desa Tambak Beras, hanya apabila terdapat kesempatan bagi pemerintah daerah atau melalui Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) agar dapat segera memperbaiki tanggul yang jebol, mengingat kondisi saat ini masih belum dapat dilalui kendaraan berat, tuturnya.

Berikut kondisi dan rincian kerugian materiel berdasarkan isi dari laporan harian oleh pemerintah desa melalui Kades Tambak Beras Seper-(4/1/2021).

Situasi terkini banjir Desa Tambak Beras, 04 Januari 2021, Pkl : 08.00 WIB,1. JPD Panjang genangan 2.500 Meter. Kedalaman rata2 : 20 cm s/d 50 cm, 2. Jalan Lingkungan Panjang genangan 700 meter, Kedalaman rata2 : 10-45 cm, 3.Tambak 400 Ha kedalaman 200 – 250 cm, 4. Rumah, 300 rumah ketinggian 10 – 45 cm, 5. Fasum,1. TPQ Dusun Segunting kedalaman 40 cm,2. Masjid Dusun Tambak Beras kedalaman 25 Cm, 3. Halaman Balai Dusun Segunting kedalaman 40 cm, 4. Makam Dusun Segunting kedalaman 60 cm, 5. Makam Dusun Tambak Rejo kedalaman 60 cm, 6. Jalan Raya Tambak beras-Cerme panjang 100 m kedalaman 10-30 cm, 7. Halaman Pustu kedalaman 10 cm, 8. Halaman SDN Tambak beras kedalaman 10 cm.(Sub)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *