Siswa Repatriasi Kloter 2 Tahun Ajaran 2020/2021 Ikuti Rapid Tes Antigen di SMKN2 Simpang Empat

Siswa Repatriasi Kloter 2 Tahun Ajaran 2020/2021 Ikuti Rapid Tes Antigen di SMKN2 Simpang Empat

CB-Tanah Bumbu,

Berjumlah 7 orang siswa, siswa dari Program ADEM Repatriasi Kloter 2 tahun pelajaran 2020/2021 mengikuti Rapid Tes Antigen setelah melalui masa karantina selama 7 hari . Kegiatan Rapid Tes Antigen dilaksanakan di SMKN2 Simpang Empat, 9 Januari 2021 oleh dr. HM Edy Suprayitno.

Wakasek Kesiswaan dan Koordinator Repatriasi SMKN2 Simpang Empat, Siti Halimah, S.S menerangkan bahwa rombongan siswa Program ADEM Repatriasi Kloter 2 berjumlah 7 orang tersebut tiba d iProvinsi Kalsel tanggal 2 Jauari 2021. Dalam perjalanan dari Sabah-Malaysia rombongan siswa telah mengikuti Rapid Tes di Kabupaten Nunukan (Kaltara) dan selanjutnya mereka mengikuti tes yang kedua kali di Balikpapan (Kaltim), ungkap Halimah.
Siti Halimah, S.S mengharapkan para siswa Repatriasi yang baru datang dari Sabah-Malaysia itu bisa beradaptasi dengan baik dan sukses menempuh pendidikan selama 3 tahu di SMKN2 Simpang Empat. Dari semua hasil Rapid Tes menyatakan mereka megatif Covid-19 sehingga mereka akan segera diantarkan ke Asrama tempat tinggal mereka.

Kepala SMKN 2 Simpang Empat sekaligus Ketua MKKS SMK Tanah Bumbu, Ribut Giyono, S.Pd, MM kepada media ini menjelaskan bahwa sejak tahun 2013, SMKN2 SIMPANG EMPAT TANAH BUMBU ,telah menyelenggarakan pelayanan bagi putra putri dari TKI SABAH Malaysia, melaui program INDONESIA MEMANGGIL SMKN 2 Simpang Empat saya gagas, dengan bekerjasama antara SMKN2 SIMPANG EMPAT TANAH BUMBU – KONJEN RI di Sabah- SIKK SABAH MALAYSIA..

Pada saat PROGRAM Indonesia Memanggil, kami laksanakan, berjalan atas dasar tiga PILAR tujuan:
1). Nasionalisme dan kebangsaan.
2). PELAYANAN PENDIDIKAN yg bermutu.
3). KEADILAN sosial.
Oleh karenanya, Selama putra putri TKI Sabah, belajar di SMKN 2 Simpang Empat, akan mendapatkan, setidaknya tiga hal:

A. Kepastian DOKUMEN KEPENDUDUKAN sebagai warga negara Indonesia.
B. Pelayanan pendidikan yang memadai dan bermutu.
C. Mendapatkan pelayanan yang ADIL, sama dengan anak anak Tanah Bumbu yang belajar dan hidup di TANAH BUMBU.
Karena, SMKN 2 Simpang Empat, termasuk sekolah INKLUSI yang menerapkan pelayanan pendidikan untuk SEMUA, tanpa diskriminasi.

Yang perlu diketahui bersama, program INDONESIA MEMANGGIL SMKN 2 Simpang Empat adalah program yang seluruh pembiayaannya, di upayakan oleh SMKN 2 Simpang Empat bersama donatur yang peduli pada putra putri TKI Sabah yang belajar di SMKN 2 Simpang Empat.

Alhamdulillah, sejak 2017, saat PROGRAM INDONESIA MEMANGGIL SMKN 2 Simpang Empat, di ketahui oleh direktorat PKLK, melalui best practis kepala sekolah berprestasi 2017, akhirnya di kolaborasi menjadi PROGRAM Repatriasi.

Perbedaan antara PROGRAM Repatriasi dan Program INDONESIA MEMANGGIL saat itu adalah.

PROGRAM repatriasi, hanya mendekatkan sekolah sekolah di daerah 3T dan perbatasan NKRI. Tanpa mempertimbangkan akses peserta didik, pembiayaan dan kondisi ekonomi keluarga TKI.

Sedangkan PROGRAM INDONESIA MEMANGGIL SMKN 2 Simpang Empat, berusaha merekrut siswa dari lading – ladang perkebunan di Sabah MALAYSIA untuk belajar di SMKN 2 Simpang Empat, dengan pelayanan gratis biaya sekolah, biaya akomodasi, biaya konsumsi, dan biaya administrasi kependudukan. Termasuk di dalamnya biaya kesehatan, jika terjadi masalah kesehatan. Itu semua di tanggung oleh SMKN 2 Simpang Empat melalui penggalangan dana dari berbagai pihak, yang peduli pada putra putri TKI Sabah yang belajar di SMKN 2 Simpang Empat.

Dari 10 SMK DI kalsel yg saat ini (smkn2 simpang empat, SMK kodeco, SMK DDI, SMKN batibati, SMKN2 marabahan,SMKN1 martapura, SMKN1 banjarbaru,SMKN murung pudak, dan SMKN1 tanjung), tergabung dalam mitra REPATRIASI pun, adalah dari PENGEMBANGAN PROGRAM INDONESIA MEMANGGIL 2017.(Jhon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *