Bangun Keterbukaan, Ketua PGRI Tulungagung Bakal Lakukan Perubahan

Ketua MKKS SMP: Manfaatnya Sangat Menyentuh Bagi Siswa dan Guru

CB, TULUNGAGUNG – Untuk bisa menjadi orang sukses, tentunya dibutuhkan ketrampilan memimpin yang baik. Karena, seorang yang sukses pastinya akan memimpin beberapa orang yang ada di bawahnya. Namun untuk menjadi seorang pemimpin yang baik ini bukanlah urusan yang gampang dan tentunya banyak hal yang perlu dikuasai agar dapat menjadi pemimpin yang hebat serta disegani banyak orang.

Muhadi MP.d, Kepela Sekolah (Kasek) SDN Kampung dalem 1 Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung ini misalnya, sosok figurnya berhasil menghipnotis berkisar sepuluh ribu lebih anggota PGRI Tulungagung dan yang akhirnya dicalonkanlah dirinya untuk bisa memimpin Ketua PGRI setempat. Alhasil, dari 1.032 hak suara yang tergabung di 19 cabang itu, yakni sebanyak 874 hak suara yang akhirnya berhasil membawa dirinya dipercaya memimpin PGRI Tulungagung periode 2020-2025. Namun, terpilihnya dirinya sebagai Ketua PGRI Tulungagung itu, tak membuat semuanya itu adalah buah dari hasil kemampuannya atau kekuatan yang ia milikinya.

“Itu bukan kemenangan saya semata, tapi kemenangan PGRI Kabupaten Tulungagung yang mengikat perubahan atau reformasi
jadi menang. Karena, anggota kita menaruh harapan besar agar PGRI kedepan itu berubah ke arah lebih baik manajemennya, akuntable dan transparan,” kata Ketua PGRI Tulungagung yang belum lama ini terpilih kepada Cahaya Baru, kemarin.

Sebenarnya, lanjut Muhadi, saat konsulidasi dirinya tidak ada niatan untuk mencalonkan diri sebagai ketua maupun pengurus. dirinya, hanya bertujuan ingin ada perubahan PGRI yang dianggapnya memiliki segudang masalah itu . Namun, pada akhirnya, dirinya malah mendapat sambutan yang luar biasa dari anggota, yakni mulai dari ranting hingga cabang mencalonkan dirinya sebagai Ketua PGRI Tulungagung.

“Itu bukti bahwa mereka menginginkan perubahan,” jelasnya. Kedepannya, imbuhnya, tentu PGRI ini benar-benar sebuah organisasi yang dapat mengembangkan sayap menjadi profesional dan dicintai pula oleh guru. Sedangkan untuk program terdekat di era kepimpinannya ini, rencananya bakal menata organisasi, khususnya kegiatan PGRI dengan mengembangkan profesinya. “Kira-kira semester perdepan bagaimana guru itu menghadapi era baru pembelajaran,”paparnya.

Masih kata Muhadi, kepengurusan yang baru itu, tentu untuk bisa menuju pada visi. Karena, sebelumnya, dirinya telah memiliki visi dan misi yang sudah dirancang sejak lama bersama tim reformasinya itu. Sehingga
untuk menjalankan visi dan misi itu, tentu dirinya telah memilih kader-kader yang seiring dengan visi dan misi yang sudah disepakati sebelumnya.

“Siapapun yang satu visi satu misi, berarti akan menjadi kabinet dalam kepengurusan pada lima tahun kedepan. Jadi yang kita tekankan adalah visi dan misi. Kita harus reformasi management kepemimpinan, reformasi anggaran, pelaksanaannya pun juga harus transparan,” kata pria kelahiran Kota Tempe ini dengan mimik serius.

Karena PGRI sudah diprogramkan dalam rapat kerja tahunan itu merupakan amanat, jelas Muhadi, apapun yang harus terjadi itu tetap akan berjalan. Dan, langkah awal yang bakal dihentikan adalah sumbangan dan itu nanti adalah kreasi dari pengurus-pengurus, bagaiman mereka agar lebih kreatif dalam mengolah dana.

“Sebenarnya banyak peluang sumber dana, seperti halnya dana hibah dari pusat, provinsi, maupun dari kabupaten. Dan
kalau kita benar-benar bisa bersinergi dengan pihak-pihqk itu, tentu itu nanti tidak akan sulit untuk mewujudkannya,” jelas Muhadi.

Sementara itu, Ketua MKKS SMP Kabupaten Tulungagung, Drs Sujito MP.d, berharap kepada PGRI kedepan, khususnya untuk pengurus yang baru
(PGRI Reformasi, red), yakni apa yang jadi program kementrian saat ini agar di breakdown menjadi program-program riil dan terus bisa diaplikasikan ke proses pembelajaran. Sehingga, dengan menerapkan program tersebut, ia pun sangat yakin untuk kedepan manfaatnya sangat-sangat kentara.

“Jadi, aikon dari kementrian yang hari ini adalah nanti adanyan guru penggerak, terus juga merdeka belajar itu memang diaplikasikan ke proses pembelajaran. Sehingga, nanti manfaatnya sangat menyentuh bagi siswa dan guru,” kata Sujito yang juga Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 1 Tulungagung ini dengan mimik serius.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *