‘Ancam’ Putus Kabel Listrik Pelanggan, Kades Plosokandang Luruk PLN Tulungagung

CB, TULUNGAGUNG – Kinerja tim independen PLN Tulungagung, patut ada evaluasi yang perlu dilakukan. Pasalnya, kinerja tim independen ini tindakannya diduga seringkali menimbulkan kerasahan masyarakat (pelanggan, red) dari hasil temuan sepihak yang berujung denda serta pemutusan kabel. Dan, kejadian yang tidak kali pertama ini, kini juga dialami oleh empat warga Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Sedangkan empat nama yang dituduh telah melakukan pelubangan kabel itu adalah Ismiyah, Narmi, Toni dan Slamet. Penemuan tim independen dalam pengawalan polisi ini lamgsung disangkalnya alias mereka tidak tahu menahu. Karena merasa tidak melakukan hal itu, empat warga ini pun melaporkan kejadian tersebut pada kadesnya. “Kami tidak pernah melakukannya dan kami pun kaget kok tiba-tiba ada denda sebesar itu” kata Slamet yang diamini tiga rekannya itu Kepada Cahaya Baru.

Mendapat laporan warganya, Kepala Desa (Kades) Plosokandang langsung mendatangi kantor PLN Tulungagung dan argomentasi pun terjadi. “Jadi begini, 4 warga saya ini adalah pelanggan PLN yang katanya ada lubang di kabel atasnya meteran dan itupun tau tau sudah ada petugas PLN serta polisi. Mestinya mereka menemui dulu atas nama pelanggan itu,” kata Kades Agus Waluyo saat ditemui Cahaya Baru di kantor PLN Tulungagung, Jumat (22/01).

Ternyata, lanjut Agus, mereka tim independen itu tidak menemui pelanggan dan justru langsung naik ke kabel diatas meteran. Melihat kejadian itu masyarakat pun curiga dan tiba-tiba kabel itu ada lubangnya yang akhirnya berujung denda. Dan, akhirnya, mereka warga yang terkena denda oleh PLN itu mengeluh pada dirinya. “Teknis apa yang dipakai PLN dan kalau itu memang prosedur mestinya juga permisi terlebih dulu pada pelanggannya,” paparnya.

Masih kata Kades Agus, yang menjadikan masalah baginya adalah denda yang sangat memberatkan warganya itu. “Kami selaku kepala desa bertanggung jawab dengan permasalahan apa yang dirasakan oleh warga saya. Jadi, kita pun
berharap dengan PLN ada penyelesaian terbaik,”katanya.

Mendengar kejadian yang ‘sering’ dilakukan pihak PLN, Totok Yulianto selaku Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) angkat bicara. Sebab, menurutnya, permasalahan pemutusan arus listrik pada pelanggan yang berujung pada denda penuh pertanyaan. Karena, kapan lubang itu dan yang menimbulka kerugian PLN. Disisi lain, siapa pelaku yang melubangi yang pada akhirnya pelanggan yang menanggung akibat hukumnya.

“Jadi, jika muncul sebuah nominal kerugian pastinya terdapat hitungan kerugian arus listrik akabit dari hal tersebut. Secara rinci, jika kabel yang dimaksud mudah dilakukan pelubangan semestinya PLN membuat pengaman terhadap kabel-kabel tersebut dan bukan membebankan pada pelanggan yang belum tentu sebagai pelaku pelubangan,”jelas Totok.

Sementara itu, Subiyanto selaku Kepala Bagian Transaksi Energi PLN Tulungagung ini saat akan dikonfirmasi terkait hal tersebut langsung lari tunggang langgang dan langaung masuk ke ruang kerjanya alias enggan memberi hak jawab. ‘Mohon maaf ke atasan saja,” katanya singkat.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *