Manfaatkan Dana BK dan DD, Pemdes Banaran Bangun Wisata Punakawan Park

CB, TULUNGAGUNG – Satu tahun berlalu, Tulungagung menghadapi ujian berat wabah Covid-19. Pendemi yang juga dirasakan se-Indonesia dan 216 negara  di dunia itu telah melumpuhkan berbagai sektor setratagis. Tak terkecuali sektor perekonomian yang juga menghadapi tekanan resesi. Namun, kini, lambat laun berbagai sektor setratagis di  Tulungagung mulai kembali bangkit.

Sektor pariwisata contohnya, yakni setelah dibukanya kembali Pemkab Tulungagung kini mulai banyak dikunjungi para wisatawan. Tak pelak, dengan dibukanya kembali tempat wisata itu  pun disambut suka cita para pelaku wisata-wisata desa yang setahun ini terlihat menggeliat.

Desa Banaran misalnya,  dibawah kepemimpinan Kepala Desi (Kades)  Andri Suprambodo melakukan berbagai ikhtiar untuk mendorong percepatan ekonomi bergairah.  Dengan memanfaatkan dana desa (DD) dan Bantuan Keuangan APBD Kabupaten/Kota, Desa Banaran ini telah menyelesaikan pembangunan obyek wisata yang diberi nama Punakawan Part.

Wisata Punakawan Park yang dibangun dengan memanfaatkan tanah kas desa dengan luas 1 hertar ini dikelilingi area persawahan dan pemandangan gunung dari kejauhan itu dipenuhi berbagai macam bunga. Selain dipenuhi berbagai macam bunga, wisata Punakawan Park ini juga dipenuhi gasebo nan indah diberbagai sudut serta bangunan megah Patung Semar (tokoh sesepuh punakawan, red) menambah keindahan wisata Punakawan Park semakin tambah cantik nan indah.

Sedangkan pembangunan wisata Punakawan Park di Desa Banaran, Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung ini menelan anggaran berkisar Rp.450juta, yakni dengan rincian untuk pembangunan paving di area wisata Punakawan Park dan gasebo serta lainnya dibiayai dari dana desa (termin pertama 2021, red) berkisar Rp.350juta. Sedangkan untuk bangunan megah Patung Semar itu dibiayai dari dana Bantuan Keuangan APBD Kabupaten/Kota sebesar Rp.100juta.

“Untuk termin pertama tahun 2021 dana desa kita manfaatkan untuk menyelesaikan pembangunan Punakawan Park dan BLTDD kepada KPM. Sebenarnya pembangunan wisata ini sudah dimulai pada bulan September 2020 lalu dan belum lama ini sudah kami resmikan,” kata Kades Banaran Andri Suprambodo saat ditemui Cahaya Baru usai meresmikan kantin Punakawan Park, Minggu (28/02).

Wisata Punakawan Park ini, lanjut Andri, untuk pengelolaannya telah tangani oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMdes). Dengan mangadopsi Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, yakni BUMdes bakal menjadi lokomotif untuk menggerakkan roda perekonomian pedesaan inilah menjadi acuan Kades Andri Suprambodo ini ingin mengangkat Desa Banaran semakin tumbuh subur perekonomiannya.

“Untuk pengurus inti sebanyak 9 orang dari BUMdes dan 13 karyawan. Semoga dengan adanya wisata Punakawan Park di ini bisa menghidupkan kembali perekonomian di desa kami dan sekitarnya,’ ujar Kades Andri Suprambodo penuh semangat.

Masih kata Andri Suprambodo,  dengan adanya wisata Punakawan Park ini dirinya berharap pada pemerintah  ada perhatian  khusus terkait bantuan pendaan atau percetaan modal guna pengembangan potensi pariwisata yang ada di Desa Banaran.

“Harapannya ya ada perhatian khusus pada kami, terutama Pemdes Banaran didalam kelembagaan badan milik desa ini ada perhatian terkait bantuan pendanaan atau percataan modal ” kata Andri penuh harap.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *