Bupati Sidoarjo Muhdlor Beri Lima Arahan Kades yang di Lantik

CB, Sidoarjo – 172 kepala desa di Kabupaten Sidoarjo yang  terpilih dari hasil Pilkades 2020 resmi dilantik Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali,S.IP. Pelantikan Kepala desa (kades) tersebut digelar  di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Rabu (3/2/2021).

Prosesi pelantikan Kades yang disaksikan Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi, Ketua DPRD, Usman, Sekda A. Zaini, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda, Moh. Ainur Rahman serta jajaran Forkopimda, juga  disiarkan “live streaming” melalui aplikasi Youtube kanal Kominfo Sidoarjo itu terbagi tiga sesi, yaitu sesi I pukul 8.00 wib (57 Kades di Kecamatan Sidoarjo, Buduran, Gedangan, Waru, Taman, Sedati dan Sukodono), dilanjutkan sesi II pukul 11.00 wib (57 Kades di Kecamatan Tanggulangin, Porong, Jabon, Krembung dan Tulangan), lalu sesi III pukul 16.00 wib (58 Kades di Kecamatan Candi, Prambon, Tarik, Balong Bendo, Krian dan Wonoayu).

Dalam arahannya seusai memasang kepangkatan, penyematan lencana dan penyerahan SK pengangkatan kepada seluruh Kades terlantik, Bupati Muhdlor menyampaikan lima hal penting, yakni penanganan dan vaksinasi Covid-19, penyusunan RPJMDes, peran desa dan transparansi laporan keuangan serta penggunaan dana desa dari Kementerian Desa.

“Diharapkan, ke depan terjalin sinergitas dan kolaborasi Pemdes dengan Pemkab dalam beberapa hal. Pertama, penanganan Covid-19, agar program efektif mencapai zero Covid-19.” katanya.

Kedua, lanjut Muhdlor, penyusunan RPJMDes yang linier dengan RPJMD kabupaten dan provinsi serta RPJMN pusat.

“Ada korelasi yang sejajar dan saling berhubungan antara RPJMDes dengan RPJMD di kabupaten dan provinsi serta RPJMN di pusat. Ingat, menurut UU-nya, maksimal tiga bulan Kades terlantik, harus sudah punya RPJMDes yang sesuai dan menyokong program RPJMD di Kabupaten,” ujar Gus Muhdlor.

Lanjut Muhdlor, ketiga, tercipta kolaborasi kabupaten, kecamatan dan desa.

“Muhdlor – Subandi tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah Sidoarjo sendiri. Mari bersama-sama kita selesaikan, terutama pembangunan jalan desa. Mungkin untuk ini, kita bisa pakai mekanisme BK atau BKK. Intinya, desa harus ambil peran di sini, terutama pembetonan jalan desa. Kawasan Sidoarjo ini diapit dua sumber air, yaitu Rob, air naik dari laut dan air dari atas turun ke hilir yang mengakibatkan jalan aspal hancur.

Namun, realisasi pembetonan jalan desa dapat direalisasikan mungkin setelah PAK (APBD 2021),” ucapnya.

Dtambahkan Muhdlor, keempat, transparansi laporan keuangan desa.

“Kami minta Kades berkomitmen penuh dalam penggunaan keuangan desa secara transparan dan akuntabel. Untuk diketahui, kami tersanjung beberapa desa yang memasang baliho berupa laporan keuangan desanya, walaupun gelondongan. Karenanya, semua Kades bisa memulai dengan sikap serupa sebagai sinyal awal transparansi, karena hal ini menunjukkan citra Sidoarjo yang transparan dan akuntabel, bersih dari korupsi,”

Terakhir, kelima, penggunaan dana desa dari Kementerian Desa.

“Dana desa yang diterima dari Kementerian Desa, agar digunakan untuk menggerakkan perekonomian di sektor bawah, termasuk memperkuat Bumdes. Dalam salah satu 17 program prioritas Muhdlor – Subandi adalah memperkuat UMKM dan membuka 100 ribu lapangan kerja. Apabila desa mensupporting, kita akan dukung memajukan Bumdes tersebut. Sekarang, mari kita satukan visi dan pandangan, Sidoarjo ini milik kita bersama, kita jaga dan perjuangkan bersama, demi Sidoarjo tercinta,. ” Jelas putra Kyai NU kharismatik  KH. Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) Pemangku Pondok Pesantren Bumi Sholawat tersebut.(ncs,san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *