Meninggal Terduga Covid-19 Warga Rusunawa Bandarejo, Keluarga Korban Keluhkan Proses Pemakaman

CB, Surabaya – warga Rusunawa Bandarejo Kelurahan Sememi Kecamatan Benowo Surabaya, Jawa Timur menjadi gaduh, pasalnya salah satu warganya yang berada dilantai 3 no.10 meninggal dunia pada Sabtu 26 Juni sekitar pukul 12.30 WIB yang terduka Covid-19 tanpa ada yang berani menyentuh mayatnya dan belum ada tindakan dari pihak terkait sampai dikirimkannya ambulance sekitar pukul 17.00 WIB kecuali dari pihak keluarga.

Jenazah diberikan status COVID-19 oleh pihak Puskesmas Sememi Surabaya, sesuai surat no. 443/1251/436.7.2.6/2021 Hasil Pemeriksaan yang dikeluarkan oleh UPTD Puskesmas Sememi. Hal ini diakui keluarga pasien bernama Arimbi warga Bandarejo I, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo Kota Surabaya.

Arimbi, merupakan adik kandung yang baru saja ditinggal kakaknya menyatakan bahwa, “saya kenapa kakak saya meninggal tervonis positif COVID-19″.

Padahal Mistilah melaksanakan swab tanggal 21Juni 2021, Mistilah sendiri meninggal, Sabtu (26/6/2021) dalam kondisi tidak sakit saat itu, Puskesmas Sememi tidak memberi tahu yang harus dilakukan paska swab test,” katanya pula.

Tapi setelah swab tidak ada himbauan untuk isolasi mandiri kepada pihak keluarga”. Tidak lama setelah meninggal, anehnya pihak Puskesmas Sememi tiba-tiba memberikan hasil swab positif COVID-19,” ujar Arimbi.

Setelah itu, penanganan jenazah dan pemakaman Mistilah terjadi pada Sabtu, 26 Juni 2021dengan cara protokol kesehatan. Pihak Pemerintah meminta jenazah dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) COVID-19 di Babat Jerawat. Setelah dimakamkan, pihak TPU memimta bukti surat kematian.

“Kami memgetahui kalau ternyata surat kematian akibat COVID-19 ada kode tertentu, sementara surat keterangan kematian Mistilah, ternyata ada kode tersebut,” jelasnya.

Bahkan, dalam keterangan surat kematian Pusekesmas Sememi disebutkan jika Mistilah meninggal akibat penyakit menular. (Guh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *