Memaknai Setiap Peristiwa, Berasumsi Positif, Senantiasa Husnudzon

CB, Gresik – Berlokasi di area bukit Surowiti, di Desa Surowiti kacamatan Panceng kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur. Kandang Bonsai Surowiti (KBS), menjadi sumber inspirasi dan fakta sejarah transformasi peradaban umat manusia.

KBS sebagai cikal bakal lahirnya komunitas para insan yang haus akan segala ilmu dan kearifan lokal. Seiring dengan semakin antusiasmenya, KBS berubah wadah menjadi sebuah Padepokan Alam Tunggal yang dipangku oleh H. Muhammad Sonhaji.

Entitas pengaruh dan bias eksistensinya masih sangat dominan terhadap segala pola prilaku dalam setiap tata kelola kehidupan. Malam, (awal/Juli/2021) bertempat di aula padepokan, berlangsung kegiatan tradisional yaitu selamatan.

Relevan menjawab persoalan maenstrem maupun peristiwa fenomenal. Selamatan dengan khas nasi tumpengnya adalah kearifan lokal yang menjadi syiar sekaligus dalam mempertahankan tradisi dan budaya.

Nuansa kesederhanaan, santun dalam tiap berinteraksi masih sangat kental terasa, sesekali dibarengi dengan gelak tawa bersama (ngudho roso), iya seperti ini cara kita dalam mencari ilmu (Ngaji/mengasah jiwa), ucap H. Muhammad Sonhaji.

Bahwa takut hanya kepada Yang Maha Kuasa adalah mutlak hukumnya, namun waspada terhadap wabah menjadi adab dan/atau akhlaknya. Corona adalah sama-sama mahkluk, berasumsi positif dan senantiasa berhusnudzon terhadap apapun yang sudah dan telah menjadi kehendak-Nya, tutur H. Muhammad Sonhaji.

Berbekal materi tentang Tokoh Punokawan (Eyang Semar, Gareng, Petruk dan Bagong) sebagai harapan dapat terurainya benang kusut literasi sejarah, sekaligus berharap dapat menjadi bahan introspeksi sikap dalam menjawab apapun problematika.

Motivasi sebagai guna agar lebih terbelalak dalam bercakrawala, bagi putra-putri ibu pertiwi saat akan menyongsong sebagai pemimpin dunia.

Bahwa Tokoh Punokawan sangat dan masih erat kaitannya dengan Raja Di Raja yang pernah tercatat dalam sejarah dunia.(artikel selanjutnya, ” Biang dan Biung Fenomenal “)

Bakat, ahli, mumpuni dan piawai dalam memimpin dunia saat berhikma rasa dari sekelumit cerita sejarah bersama H. Muhammad Sonhaji. Bahwa telah menjadi karakter identitas bangsa bagi Kanjeng Sunan Kali Jaga yang selalu beda dalam personalitasnya dengan dan antar sejawat.

Mengingat Desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik, terdapat makam Kanjeng Sunan Kali Jaga, agar terlerai kontras emosionalitas obyek/wadah.

Serat Sikil Luko menjadi jawaban oleh H. Muhammad Sonhaji bahwa terdapat 22 lokasi makam dari Kanjeng Sunan Kali Jaga. Diskusi, atas lontaran ungkapan berbagai macam ilmu pengetahuan produk Jawa/Nusantara seperti Wajah Sewu dan Panca Roba, yang layak ilmiah.bersambung.(Sub)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *