Lestarikan Budaya Leluhur Desa Purworejo Gelar Bersih Desa

CB Blitar – Rasa wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus nguri – nguri atau melestarikan tradisi para leluhurnya,  Desa Purworejo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar menggelar ritual bersih desa.
Tradisi bersih desa yang dilakukan secara turun temurun ini dikemas dalam ritual budaya melalui pagelaran wayang kulit ruwatan bersih desa di Pelataran Kantor Desa Purworejo, Jumat malam Sabtu (09/07/2021).

Pagelaran wayang kulit ruwatan dipentaskan oleh dalang KH Sukron Suwondo dengan durasi waktu 2 jam, tanpa penonton, yang menyaksikan hanya panitia yang  terdiri dari perangkat desa, RT/RW, anggota BPD,  yang jumlahnya tidak lebih  dari 30 orang. Hal ini dilaksanakan sesuai dengan petunjuk tentang  protokol kesehatan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang tengah berjalan.

Kepala Desa Purworejo, Kalinggo Purnomo, SE, menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat desa Purworejo, meskipun pada saat ini pihaknya tidak bisa mengundang untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit ruwatan tahun ini, karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Saya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada warga masyarakat atas terlaksananya bersih desa tahun 2021 ini berjalan dengan lancar,  aman tertib,  meskipun saat ini belum bisa mengundang masyarakat secara penuh, karena situasinya tidak memungkinkan, namun tidak akan mengurangi nilai – nilai tradisi dari leluhur cikal bakal babat desa Purworejo yang terus dilestarikan sampai sekarang “kata Kalinggo.

Putra dalang KH. Sukron Suwondo ini juga menyampaikan terima kasih kepada perangkat desa, ketua RT, RW dan BPD yang sudah hadir dengan  memakai pakaian adat jawa sebagai tradisi adat jawa yang harus kita lestarikan, serta Babinsa dan Babinkantibmas.

“Semenjak saya menjabat Kepala Desa, saya berharap setiap acara yang berkaitan dengan desa akan kita lestarikan menggunakan tutur kata bahasa jawa. Ini sebagai nilai budaya dan adat istiadat desa. Disamping itu kita sebelumnya juga ziarah ke makam para leluhur untuk berbakti. Untuk itu saya punya nasehat, semoga kedepan Purworejo menjadi desa yang Raharjo, rapi, aman, harmonis, damai, jaya dan Mulya,” ucap Kalinggo penuh doa dan semangat.

Sementara itu, Sekretaris Desa Purworejo, Gunawan, pada saat membacakan asal-usul babad desa Purworejo sesuai catatan buku “Sejarah Deso” yang ditulis pada tahun 1970 menerangkan Desa Purworejo berdiri sejak tahun 1710, hal tersebut dilandasi penemuan sebuah _*Astono*_ (kuburan)  tidak jauh dari Kantor Desa  jaraknya kurang lebih 800 meter, yang ditemukan pertama kali oleh mbah Pret atau mbah Sikarto,  bahwa kuburan tersebut merupakan makam mbah Sri Tingal yang diyakini masih cucu keturunan Sunan Geseng, yang diperkuat adanya relief motif kerajaan Majapahit yang ditemukan dimasa kerajaan Demak Bintoro berupa lambang _Bagaskoro_(matahari).
Kepemimpinan pertama mbah Pret hingga Kalinggo Purnomo saat ini, desa Purworejo sudah berusia 311 tahun, yang setiap tahun diperingati melalui tradisi bersih desa disertai pagelaran wayang kulit. (Pram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *