PENGHUNI LIPONSOS BABAT JERAWAT SURABAYA RESAH

CB, Surabaya – Warga binaan luar Surabaya lingkungan pondok sosial (liponsos) Babat Jerawat kecamatan Pakal kota Surabaya resah disebabkan oleh program dinas sosial kota Surabaya yaitu program pemulangan penghuni yang berasal dari luar Surabaya ke daerah asal masing – masing segera direalisasikan, bahkan jadwalnya sudah disampaikan, padahal mereka sudah bertahun – tahun menetap dan terdaftar sebagai penghuni Liponsos tersebut.

Bukan hanya keresahan dirasakan oleh penghuni luar Surabaya, tetapi secara keseluruhan warga binaan liponsos Babat Jerawat yang notabennya orang – orang eks dan penderita penyakit kusta mengalami kondisi yang memprihatinkan. Pasalnya, tempat tinggal warga banyak yang rusak, halaman tempat tinggal dari tanah sehingga waktu hujan menjadi becek. Di tambah lagi kondisi kesehatan warga untuk selalu melawan penyakit kusta yang di derita, tetapi penghuni Liponsos berjibaku mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Saat ditemui awak media cahaya baru di lokasi liponsos Babat Jerawat Kamis,18/11/2021, Kasmiran dan Suwarnoto yang merupakan perwakilan warga menyampaikan keluhan maupun harapan selama menjadi warga binaan liponsos Babat Jerawat kecamatan Pakal Surabaya. Saya sudah lama disini mas, sudah puluhan tahun, dari tahun 1986 ketika liponsos masih di ngesong. Kami yang berada disini buah dari razia gepeng, gelandangan, pengemis, dan T4 yang dilakukan pemerintah kota Surabaya. Setelah pendataan dan pemeriksaan kesehatan, bahwa kami terjangkit penyakit kusta, maka kami di lokalisir disini,” Ucap Kasmiran. Sekarang penghuni di sini ada 33 KK, 78 jiwa dewasa dan anak – anak, 53 orang mendapat bantuan makan 3 kali sehari, sisanya tanggung jawab keluarganya”, jelasnya pula dan diamini warga yang hadir. Sebagai bentuk solidaritas kepada teman” luar Surabaya kita juga menghawatirkan Karena senasib – sependeritan sudah lama”. Terangnya juga.

Hal senada disampaikan petugas liponsos Babat Jerawat saat ditemui dikantornya Jum’at,19/11/2021, sokip menyatakan, “Bahwa warga binaan sebanyak 75 orang dan yang mendapat jatah makan 3 kali sebanyak 54 orang. Kebutuhan biaya untuk lauk Rp. 15.000,- dan beras 4 ons satu orang setiap hari”. Katanya. Saya sebagai petugas juga prihatin kondisi liponsos, saya sudah mengajukan pembenahan kondisi liponsos tapi belum terealisasi”. Katanya pula. Berkenaan kepulangan penghuni luar Surabaya akan kita (Dinas sosial-red) fasilitasi termasuk pindah sekolah kita bantu sepenuhnya”. Lanjutnya.
Sampai berita ini diturunkan para penghuni tetap berharap kepada Dinas sosial pemerintah kota Surabaya mempertimbangkan keluhan dan kesiapan warga dalam menjalani dan menghadapi tantangan hidup ditempat baru yang tanpa bekal serta dengan keterbatasan sebagai orang berpenyakit kusta, belum adanya jaminan pekerjaan, serta anak – anak yang masih sekolah sekitaran lokasi liponsos bahkan ada yang tidak punya tempat tinggal di daerah kepulangan/kampung halaman.
(Tof).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *