Pemdes Desa Demuk Tak Akui Terima Surat, PSM LIDRA Bakal Klarifikasi Kantor Pos

Menam Maulana: Ketika Kita Tahu, Kita Akan Melaporkan Penerima Itu Dengan Tuduhan Penggelapan Surat

CB, TULUNGAGUNG – Belum lama ini, Perkumpulan Swadaya Masyarakat (PSM) Lidah Rakyat (LIDRA) telah berkirim surat klarifikasi di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung. Namun, surat klarifikasi kali pertama yang dilayangkan PSM LIDRA melalui Kantor Pos pada 09 November 2021 lalu itu, Pemdes Desa Demuk mengaku tak merasa menerima surat tersebut.

Mereka, PSM LIDRA, telah berkirim surat klarifikasi terkait sejumlah pembangunan di Desa Demuk yang tidak sesuai laporan Side Kemendes alias diduga fiktif. Sedangkan surat klarifikasi dengan tembusan Ketua ombudsman, inspektorat Tulungagung dan Kepala Kantor Kecamatan Pucanglaban itu, tak kunjung mendapatkan jawaban dari Pemdes Demuk. Tak pelak, PSM LIDRA inipun berkirim surat klarifikasi untuk kali kedua.

Berdasarkan Spide Kemendesa dan APBDes Desa Demuk, yakni PSM LIDRA belum lama ini mempertanyakan terkait pembangunan sarana prasarana perpustakaan dengan Kode Rek 2.01.07 dengan nilai berkisar Rp. 23.500.000, pemeliharaan pemakaman/situs bersejarah sejumlah Rp.1.500.000, monumen pemeliharaan gapuro/batas desa sejumlah Rp.2.500.000 dan pembangunan/rehabilitasi peningkatan, pengerasan jalan desa dengan Kode Rek 3.03.10 berkisar Rp.150juta serta peningkatan/rehabilitasi/pengerasan jalan desa atau gorong-gorong dengan Kode Rek 2.03.14 berkisar Rp.98.888.900.

Selain itu, yang tertuang pada Kode Rek 2.03.09 terdapat kegiatan lain-lain, yakni sud bidang pekerjaan umum dan tata ruang sebesar Rp.60.483.200, pembangunan rehabilitasi peningkatan sarana dan prasarana pariwisata dengan Kode Rek sejumlah Rp.143.242.300 serta Kode Rek 2.08.09 lain-lain sub bidang pariwisata sebesar Rp.30.866.200 alias letak lokasi tersebut diduga fiktif.

Namun, kali ini, Pemdes Demuk telah memberi hak jawabnya surat klarifikasi PSM LIDRA. Dan, surat klarifikasi kali kedua dan yang dilayangkan PSM LIDRA, menurut Pemdes Demuk, bahwa semua itu tidak benar. Sedangkan balasan surat Pemdes Demuk dengan Nomor 140/25/XI/408.08/2021 ini mengatakan, bahwa kegiatan tersebut telah dimonitor dan dievaluasi oleh Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pemkab Tulungagung.

Menanggapi jawaban dari Pemdes Demuk, Ketua PSM LIDRA Menam Maulana mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan cross check dilapangan. Dengan begitu, dirinya akan mengetahui langsung benar dan tidaknya jawaban Pemdes Demuk tersebut.

“Tentang jawaban-jawaban itu, kita akan check semua di dilokasi, apakah memang betul-betul ada, garapan tersebut sesuai jabawan pak kades,” kata Menam Maulana saat dikonfirmasi cahayabaru.id via WhatsApp, Sabtu (27/11).

Dan soal surat yang tidak diakui itu, imbuh Menam Maulana, dirinya bakal melakukan cross check terlebih dulu pada pihak Kantor Pos.
“Mengenai surat pertama yang katanya pak kades itu tidak menerima teruntuk pak sekdes itu, maka kita akan mencari kebenaran itu ke Kantor Pos dan siapa yang menerima surat PSM LIDRA tersebut. Ketika kita tahu, kita akan laporkan penerima itu dengan tuduhan penggelapan surat,” jelas Menam Maulana.(rul/Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *