Ekspresikan Jiwa, Riyono Pengusaha Muda Dari Kota Gresik, Kritisi Pemerintah Dan Kawartirkan Jati Diri Anak Bangsa

CB, Gresik – Negeri Tercintaku Indonesia Raya, sebagaimana sejarah telah mengukir dengan tinta emasnya, bahwa Indonesia Raya adalah Negeri yang sangat potensial perfect dari segala bidang.

Kedepan, Indonesia Raya apakah mampu untuk menjadi pemimpin dunia ?,. Relevant, jika orang bilang tanah kita adalah tanah surga, gemah ripah loh jinawi SDAnya, elok nan santun peradabannya, serta kaya ragam budayanya ditambah Adi Luhung kualitas SDMnya.

Bersama figur pengusaha muda, Riyono Counter HP dan Service dari Desa Pranti, kecamatan Menganti, kabupaten Gresik, wilayah provinsi Jawa Timur. Sukses dalam waktu singkat dengan meraih segala fasilitas hidupnya, hingga saat ini telah memperkerjakan beberapa karyawan.

Awal December 2021, dikemas dalam diskusi kental layaknya dua orang sahabat yang lama tidak bertemu, bertema kekawatiran akan lunturnya peradaban, budaya dan terlebih terkikisnya jati diri sebagai sebuah bangsa. Mengingat era perdagangan bebas saat ini, derasnya arus globalisasi dengan pertukaran budayanya serta seiring pula pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teleology.

Berdasarkan hal tersebut, kepada awak media Cahaya Baru, Riyono mengarahkan percakapan dan menyampaikan beberapa point pernyataan hasil dari pengamatannya, khususnya pada bidang teknology dengan berbagai macam fasilitas internetnya.

Fasilitas internet seperti face Book, Tweeter, Watsup dan masih banyak lagi yang lainnya, bagi Riyono sebagai nitizen dan/atau warganet pula, mencermati serta menilai bahwa prilaku anak bangsa saat berinteraksi di dunia maya dapat menjadi ukuran bahkan cermin karakter atau kepribadian seseorang.

Mengingat pula bahwa penduduk Indonesia adalah penikmat dunia maya terbesar dari yang ada, bahwa seberapa mengertikah para warganet khususnya anak bangsa Indonesia tentang budaya dan terlebih tetap memegang eratkah mereka pada karakter kepribadian sebagai identitas diri.

Riyono mencotohkan, sebagai misal prilaku warganet yang tergolong sangat mengkawatirkan akan tergelincirnya aqidah dalam Ber-Agama ialah, seperti mengaminkan do’a dari orang yang berbeda keyakinan, bagi Riyono hal yang demikian itu sangatlah berpengaruh kurang baik pada prinsipnya, tuturnya ekspresif.

Masih Riyono, dalam rangka turut menjaga kepribadian dan karakter sebagai anak bangsa guna lestarinya budaya dan peradaban ummat, bagi semua pihak melalui kesadaran kita bersama untuk menjadikan tanggung jawab bersama terhadap keberlangsungan aktifitas masyarakat dalam dunia maya, himbaunya.

Tak terkecuali, jika filterisasi yang dimiliki oleh individu anak bangsa kurang begitu memadahi saat berinteraksi di dunia maya,
maka telah menjadi kewajiban bagi peran pemerintah agar supaya lebih disiplin dalam mengawasi serta mengarahkan dan/atau menambah rambu-rambu dari sudah ada bagi para penikmat dunia maya, pesan Riyono.bersambung.(Sub)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *