Tulungagung Masuki Kriteria PPKM Level 1

Bupati: Kita Akan Melakukan 3 T Jika Memang Ada Kasus

CB, TULUNGAGUNG – Vaksinasi Covid-19 untuk kalangan remaja hingga lansia di Kabupaten Tulungagung sudah mencapai tataran nyaris maksimal. Karena, berdasarkan dashboard Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), vaksinasi remaja hingga lansia di Tulungagung sudah mencapai 73 persen.

Tentu, capaian tersebut disambut sukaria para pihak terkait, karena sebelumnya perebuhan data capaian vaksinasi di Kota Marmer ini begitu lambat. Dengan capaian ini maka Kabupaten Tulungagung telah memenuhi syarat masuk level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM. Dan, setelah Tulungagung masuk ke level 1, tentu pula menunggu evaluasi berikutnya guna menyambut Tulungagung menuju new normal.

Sedangkan Keputusan Kabupaten Tulungagung pada level 1 ini, yakni berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 1 Tahun 2022 dengan memasuki kriteria PPKM level 1 wilayah Jawa-Bali. Hal tersebut yang disampaikan Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM saat dikonfirmasi cahayabaru.id di Pendopo Tulungagung Kongas Arum Kusumoning Bongso.

“Mengenai perkembangan Covid-19 sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1, Kabupaten Tulungagung sudah masuk level 1,” kata Bupati Tulungagung Maryoto Birowo kepada cahayabaru.id.

Dengan Tulungagung masuk level 1, lanjut mantan Sekda Tulungagung ini, ada beberapa hal kelonggaran yang akan diterapkan pada masyarakat. Namun, saat menggelar rapat koordinasi penanganan Covid-19 dan percepatan vaksinasi belum lama ini, bupati juga membahas adanya varian baru, yakni Omicron yang merupakan kluster baru virus yang sudah berjalan dua tahun lebih ini.

“Jadi, kepada masyarakat dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan dan tetap menerapkan 5M. Dan kita harus tetap waspada karena Covid-19 masih ada, terlebih indikasi potensi adanya kluster baru Covid-19 varian Omicron,” jelas Bupati Maryoto Birowo.

Dan, imbuh bupati, perlu diketahui bahwa Kabupaten Tulungagung sebagian masyarakatnya sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan usai Nataru, kemungkinan besar mereka pada pulang kampung. Untuk itu, perlu adanya antisipasi agar Tulungagung terhindar dari jenis varian baru tersebut.

“Jadi kita memang perlu antisipasi jika PMI nanti banyak yang pulang, yang dikawatirkan jenis baru ini terbawa di Tulungagung. Namun demikian, kita akan melakukan Testing, Tracking dan Treatment atau 3 T jika memang nanti ada kasus, langsung kita telusuri klusternya. Dan semoga saja nanti tidak terjadi di Tulungagung,” paparnya.

Masih kata pria yang pernah menjabat sebagai Kadispendikpora Tulungagung ini, dari hasil evaluasi usai pengamanan Natal dan Tahun Baru hingga satu hari yang lalu, Tulungagung sudah berjalan aman dan lancar.

“Alhamdulillah, dari hasil evaluasi usai pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kabupaten Tulungagung sudah berjalan aman dan lancar. Semoga semua ini terus berjalan dengan baik, sehingga Tulungagung bisa menuju new normal,” harap bupati.

Sementara itu, usai Kabupaten Tulungagung memasuki kriteria level 1, yakni tempat wisata dan cafe-cafe sudah diperbolehkan buka kembali. Namun demikian, mereka harus tetap mematuhi aturan-aturan yang telah diterapkan oleh pihak Gugus Covid-19 setempat. Dan, setelah dibukanya kembali tempat wisata dan cafe-cafe ini, tentu pula disambut sukaria para pihak terkait.

“Alhamdulillah Kabupaten Tulungagung sudah memasuki kriteria level 1 dan tentu pula ini adalah kabar yang menggembirakan bagi kami untuk bisa kembali berusaha. Jujur saja mas, selama dua tahun lebih ini kita tetap belajar sabar dan tetap mengikuti aturan pemerintah,” kata pengusaha cafe yang ada di pinggiran kota ini saat ditemui cahayabaru penuh semangat.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *