Hanya Sebuah Gerobak, CSR Perusahaan Terkesan Sangat Sulit Memfasilitasi Untuk Kegiatan Sekolah ?

CB, GRESIK – Pemenuhan kebutuhan sekolah pada lembaga pendidikan tidak hanya bergantung pada Bantuan Operasianal Sekolah (BOS), seperti kebutuhan prasarana dalam kelengkapan sebuah kegiatan, sumber dana penyelenggaraan pendidikan juga dapat diharapkan dari semua pihak.

Berharap dapat membantu atau turut pula bekerja sama antara perusahaan-perusahaan yang ada diwilayah sekitar lembaga pendidikan sekolah, entah melalui peraturan yang ada atau kesadaran dari pihak pengelolah perusahaan untuk pula berpartisipasi dalam keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan.

Sangat disayangkan, jika hanya berharap dari perusahaan dapat membantu prasarana sekolah berupa alat gerobak sebagai kelengkapan kegiatan sekolah, tidak serta merta terpenuhi atau diberikan.

Perundangan CSR, jika menjadi dasar prosedural dalam keikutsertaan perusahaan dalam bertanggung jawab lingkungan dan/turut berpartisipasi pada setiap proses penyelenggaraan kegiatan yang berada diwilayah setempat, maka boleh jadi dapat segera tersosialisasi.

Dari catatan penulis, semenjak beberapa tahun terakhir CSR sebagaimana telah menjadi konswensi perusahaan yaitu untuk turut bertanggung jawab lingkungan, terhenti atau fakum hingga diperbaruinya perundangan tersebut oleh pemerintah.

Jum’at, (19/01/2022) saat kunjungan kerja kelembaga pendidikan diwilayah daerah kabupaten Gresik, seperti biasa ditemui oleh staf sekolah, awak media Cahaya Baru melangsungkan perbincangan ringan seputar rutinitas kegiatan sekolah.

Menjadi kesimpulan dari perbincangan ialah mengenai keikutsertaan pihak-pihak diluar pemerintah dan/atau wali murid dalam upaya memaksimalkan hasil dari pada proses belajar mengajar dilembaga pendidikan sekolah yang menjadi syarat mendasarnya yaitu Jer Basuki Mowo Beo.

Atas dasar dari pertanyaan awak media Cahaya Baru, yaitu seberapa antusias keikutsertaan perusahaan-perusahaan disekitar lembaga pendidikan, mengingat dari pengamatan awak media, bahwa prihal CSR perusahaan dalam turut serta bertanggung jawab khususnya pada lembaga pendidikan, ada yang partisipatif.

Hingga layaknya seorang ‘pengemis’, ucap dari nara sumber, bahwa jika harus prosedural, maka kita sudah lakukan semuanya seperti yang diinginkan oleh perusahaan, namun seiring waktu selain terkesan kita dipimpong, hingga layaknya kita merasa diperlakukan seperti ‘pengemis’, tuturnya kecewa.

Jika tidak salah, ucap nara sumber menambahkan, kelihatannya perusahaannya kini sudah akan gulung tikar atau mengalami kebangkrutan, jelasnya, kuwalat mungkin kelakar awak media menimpal.

Jika demikian, maka kami baik atas nama personal atau lembaga pers media Cahaya Baru akan memfasilitasi dengan mengkomunikasikan dengan para pihak yang terkait atau berkompeten dibidang ini, tutur awak media mengakiri.bersambung.(SUB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *