Seblak d’Sultan ala Wartawan Cahaya Baru, Makanan Kekinian Yang Digandrungi Milenial di Tulungagung

CB, TULUNGAGUNG – Olahan makanan pedas saat ini menjadi trend dan banyak digemari, terutama para kaum milenial. Tak heran, makin hari makin banyak orang yang mencoba peruntungannya untuk mulai membuka usaha olahan makanan dengan ciri khas pedas menantang ini.

Dari berbagai macam olahan makanan pedas, Seblak adalah salah satu makanan pedas khas jawa barat yang banyak diminati, khususnya para kaum milenial. Bahan bakunya adalah kerupuk yang dipadukan dengan bumbu bercita rasa pedas dan gurih, ditambah dengan berbagai isian, seperti mie, makaroni, sosis, telur, ceker ayam, ataupun bakso.

Meskipun asalnya dari Bandung Jawa Barat, penjual seblak kini banyak ditemui di berbagai wilayah, salah satunya di Kabupaten Tulungagung. Ternyata, di Tulungagung pun milenialnya sudah tidak asing lagi dengan makanan ini dan menjadi salah satu makanan favorit yang digandrungi. Terbukti, banyak sekali penjual seblak yang kebanjiran order setiap harinya apalagi makanan pedas adalah pilihan yang pas untuk disantap pada musim hujan seperti ini.

Salah satu penjual seblak yang viral di Tulungagung adalah seblak d’sultan. Seblak dengan jargon rasanya sultan, harga kaki lima. Tak heran, setiap hari otlet seblak d’sultan terpantau tak pernah sepi pembeli. Faisal (26), yang juga seorang wartawan Cahaya Baru, adalah seorang pemuda Tulungagung yang merupakan pengelola usaha seblak d’sultan ini. Meskipun masih berusia enam bulan, usahanya sudah membuka enam cabang otlet yang Tersebar di Tulungagung dan telah mempekerjakan enam orang karyawan dengan dijaga satu orang karyawan di setiap otletnya.

Faisal mengaku, bahwa omzetnya kian lama kian meningkat di setiap cabangnya. Ini merupakan salah satu bukti bahwa makanan pedas seperti halnya seblak, kian lama kian banyak diminati di Tulungagung.

Saat berbincang-bincang, Faisal bercerita awal mula dirinya membuka usaha seblak d’sultan dikarenakan ada rasa prihatin akibat dampak Pendemi Covid-19 yang mendunia serta menghambat kegiatan perekonomian dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan sosial semakin dirasakan masyarakat ini.

 “Awal saya mulai usaha, karena rasa prihatin atas dampak pandemi covid 19 yang melanda dunia dan khususnya juga negara Kita. Dimana ekonomi masyarakat mengalami guncangan yang amat kuat. Juga semakin sulitnya mencari kerja, serta naiknya angka pengangguran karena PHK dimana-mana, selain itu saya sendiri juga bingung untuk mencari penghasilan. Akhirnya berbekal niat dan ilmu yang saya peroleh dari bangku kuliah, munculah ide usaha seblak d’sultan ini dimana harapannya saya bisa mendapatkan penghasilan, serta membuka lapangan kerja baru. Alhamdulillah setelah berjalan enam bulan saya sudah membuka enam cabang otlet yang tersebar di wilayah Tulungagung dan sudah menyerap tenaga kerja sebanyak enam orang karyawan,” ucap pria yang juga wartawan Cahaya Baru dengan mimik serius.

Sementara itu, Fatma (17), salah seorang konsumen seblak d’sultan yang diwawancarai di lokasi otlet seblak d’sultan cabang mangunsari mengungkapkan bahwa dirinya menyukai seblak d’sultan karena harganya yang terjangkau, pelayanannya cepat dan ramah serta rasanya yang lezat pedasnya menantang! Fatma mengaku bisa membeli seblak hingga tiga kali di tempat ini dalam seminggu. Karena dia merupakan penggemar dari makanan pedas.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *