Pemkot-Inspiro Matangkan Konsep ‘Surabaya Sundown International Marathon 2022’

CB, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan Inspiro Promotor berencana menyelenggarakan lomba lari bertaraf internasional. Event bertajuk ‘Surabaya Sundown International Half Marathon 2022’ tersebut, bakal diselenggarakan dalam rangkaian Hari Pahlawan pada bulan November mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Dispudporapar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan, bahwa pemkot terus berkomitmen mendorong pemulihan ekonomi di Kota Pahlawan. Salah satunya yakni dengan menggeliatkan kembali industri pariwisata melalui sportourism untuk mendorong multiplier effect ekonomi.

“Teman-teman dari Inspiro mengajak kita bekerja sama untuk menggiatkan kembali yang namanya sportourism. Dan ini adalah sebuah peluang, tantangan yang bisa kita ambil untuk benar-benar menjadikan Surabaya ini mampu menjadi tuan rumah untuk rencana Sundown International Half Marathon,” kata Wiwiek usai audiensi bersama Inspiro Promotor di Balai Kota Surabaya, Senin (25/4/2022).

Meski begitu, Wiwiek menyatakan, bahwa Sundown International Half Marathon masih dalam tahap rencana. Sebab, masih dibutuhkan koordinasi lanjutan antara pemkot dengan Inspiro Promotor untuk mematangkan pelaksanaan event tersebut. “Jadi, ini masih rencana dan juga akan coba kami sampaikan ke Pak Wali Kota untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” jelas dia.

Wiwiek pun menjelaskan konsep yang ditawarkan Inspiro Promotor melalui event Surabaya Sundown International Half Marathon 2022 tersebut. Dimana konsep yang ditawarkan itu tak sekadar lomba lari, melainkan pula mengkombinasikan seni budaya serta living heritage kampung.

“Jadi biasanya seperti yang kita tahu kalau bekerja sama dengan Inspiro, mereka adalah panitianya dan pemkot, karena ini juga bagian daripada menjual Kota Surabaya, tentunya di sana juga ada intervensi,” tuturnya.

Misalnya, Wiwiek mencontohkan, aktivitas budaya seni juga menjadi bagian penting yang menjadi atensi pemkot untuk ditawarkan kepada wisatawan. Di sisi lain, kata dia, sesuatu yang unik di Kota Surabaya bisa dijadikan pula komoditas industri pariwisata. Seperti di antaranya, living heritage kampung, keramahan masyarakat Surabaya hingga gotong royong.

“Kehangatan itu adalah sesuatu yang sangat menarik untuk kita jual. Dan ini juga kita combine, olahraga kita masukkan dan living heritage juga. Jadilah ini komoditas pariwisata bisa kita jual,” tutur dia.

Oleh sebab itu, kata Wiwiek, Inspiro Promotor memilih Kota Surabaya sebagai lokasi Sundown International Half Marathon. Itu dikarenakan banyak keunikan yang dimiliki Kota Pahlawan di samping terdapat sejumlah objek wisata yang ikonik.

“Ada Kebun Binatang Surabaya (KBS), ada Balai Pemuda, Tugu Pahlawan, ada hotel Majapahit, hingga Jembatan Merah. Itu sebenarnya sesuatu yang bisa kita jual kalau kita bisa kemas dengan lebih baik lagi,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, President Director & CEO Inspiro Promotor, Ndang Mawardi menyampaikan, melalui Sundown International Half Marathon, pihaknya ingin memperkaya hasanah dari wisata olahraga di Indonesia. Salah satunya yang berencana diadakan di Kota Surabaya.

“Sudah lama kami ingin mengembangkan di wilayah Surabaya. Kenapa kami pilih Surabaya dengan Sundown? yang pertama adalah karena memang betul-betul Surabaya ini dari sisi humanity sangat unik,” kata Ndang Mawardi.

Menurut dia, Sundown Marathon yang berencana digelar di Surabaya bisa dibilang yang kedua kalinya dilaksanakan di Indonesia. Sedangkan yang pertama, diselenggarakan di Pulau Bintang. “Kemudian kita laksanakan ini di Surabaya bulan November juga karena memang mendekati Hari Pahlawan. Jadi memang sifat kepahlawanan, patriotisme dari orang Surabaya, itu yang akan kita angkat juga,” katanya.

Pihaknya berharap, dengan banyaknya event seperti Sundown Marathon tersebut, masyarakat dapat turut mendukung dan menyambutnya. Sehingga para peserta berkesempatan untuk bisa kembali lagi di tahun-tahun berikutnya di Surabaya.

“Tentu saja sportourism ini aktivasinya akan terus bergulir, terus kemudian memiliki nilai ekonomi yang juga sangat baik untuk sebuah kota. Terutama sekarang pasca pandemi, jadi kita memang harus segera meningkatkan imun ekonomi dan imun pariwisata,” jelas dia.

Oleh karena itu, ia menyatakan, sekarang ini memang sudah seharusnya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya internasional seperti Sundown Marathon. Event tersebut, tak hanya diharapkan diikuti oleh wisatawan dari domestik, melainkan pula dapat memantik peserta dari asing untuk terlibat dalam event tersebut.

Oleh karenanya, pihaknya menargetkan, Surabaya Sundown Half Marathon diikuti 5000 peserta, baik dari domestik maupun mancanegara dengan berbagai kategori yang dilombakan. Mulai dari kategori half marathon, relay marathon hingga lari 5000 meter serta 10.000 meter. Untuk rencananya gelaran ini bakal digelar selama dua hari.

“Jadi festival yang diselenggarakan pemkot itu dua hari, malam kegiatan maraton, pagi harinya kita melakukan recovery run, tapi nanti akan di-combine dengan breakfast festival di sini. Sehingga masyarakat itu betul-betul bisa menikmati kota dari mulai gelap sampai terang kembali,” ungkap dia.

Konsep ini, kata Ndang, sebenarnya sudah lama disiapkan. Karenanya, sekarang ini pihaknya bersama pemkot terus mematangkan rencana tersebut meski pelaksanaannya masih digelar pada November 2022. Makanya mulai sekarang, promosi terus digencarkan untuk memantik wisatawan datang.

“Promosi ini juga harus segera karena memang kegiatannya banyak. Tidak cuma dalam race day atau festivalnya saja, tapi juga ada rangkaian running, training dan seterusnya. Itu yang nanti akan diikuti oleh para calon peserta,” pungkasnya. (bud)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *