DPRD Tanbu Panggil Pertamina dan Pengelola SPBU, Terkait Langkanya BBM Bersubsidi

CB, Tanah Bumbu – Merespon keluhan masyarakat tentang langkanya BBM bersubsidi , DPRD Tanah Bumbu menggelar Rapat dengar pendapat 27/04/2022.

Rapat tersebut di hadiri Dinas Koprasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian ,Satpol PP& Damkar, Camat Kusan Hilir, Camat Sungai Loban, Camat Angsana , Camat Simpang Empat ,camat Satui,Camat Batulicin ,Polres Tanbu, Pertamina Kota Baru, Pengelola SPBU Tanah Bumbu, kompok Tani, Nelayan serta Supir Truk.

Dalam Rapat tersebut perwakilan kelompok Tani dan Nelayan mengeluhkan terkendalanya pengoperasian komben dan jhonder untuk mengelola / mengerjakan sawah dan memanen padi ,juga para Nelayan tidak dapat melaut kerena terkendala bahan bakar .
Dikatakannya ,dengan selisih harga antara BBM bersubsidi dengan Non subsidi yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan stok BBM Solar subsidi cepat habis di SPBU hingga para petani tidak kebagian lagi untuk menggarap sawah mengunakan alat mesin pertanian.
.
Karena itu, para petani dan nelayan saat mau membeli solar di SPBU tidak kebagian ,terlebih di masa musim.panen saat ini,dan juga para nelayan saat hendak tidak bisa melaut, karena langkanya BBM bersubsidi, kami sangat membutuhkan “ungkapnya.

Sementara itu perwakilan dari Komunitas Supir Truk minta kepada pihak ke polisian untuk terus melakukan pemantauan serta pengawasan, agar jumlah BBM bersubsidi yang di jual di SPBU sesuai dengan aturan bersama ,yakni untuk mobil truk mendapatkan 75 liter dan mobil jenis kijang sebanyak 50 liter, sehingga semuanya akan terakomodir, “ujarnya .

Sedangkan pihak Pertamina Banjarmasin yang hadir melaporkan, fihaknya hanya sebagai penyalur saja ,sedangkan untuk besaran kuota di tiap SPBU adalah kewenangan BPH Migas yang menetapkan.

Untuk kuota BBM solar bersubsidi di kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 180 Ribu leter tiap bulannya ,sedangkan jatah yang di terima oleh Masing – masing SPBU itu pun berbeda – beda tiap bulanya ” ucap perwakilan Pertamina .

Dari pihak pengelola SPBU menyebutkan ,ada yang mendapatkan jatah sebanyak 12 tangki isi 8 ribu liter dan ada pula yang mendapatkan jatah sebanyak 20 tangki perbulannya untuk penyalurannya ,tiap truk dan mobil kecil sama saja di setiap SPBU yakni 75 liter untuk mobil truk dan 50 liter untuk mobill kecil.

Pada momen itu, anggota DPRD Tanbu, Andi Erwin dan Samsiar, mengatakan para petani tersebut berkeluh kesah dan ribut kerena saat ini tidak bisa mendapatkan solar bersubsidi.
Sebelumnya tidak terjadi gejolak dan keributan kerena bisa membeli di SPBU , namun karena rebutan dengan para supir truk dan pengguna lainnya, sehingga mereka tidak kebagian.

“Padahal sebelumnya telah ada kesepakatan antara dinas terkait dengan pihak pengelola SPBU , para petani dan Nelayan bisa membeli solar bersubsidi dengan membawa surat Rekomendasi dari Dinas pertanian dan perikanan ,namun sepertinya hal ini tidak berlaku lagi, padahal ada hak petani dan nelayan untuk bisa mendapatkan solar bersubsidi, ungkap Andi Erwin .
Jhon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *