SMAN 1 Rejotangan Beri Pelatihan Prodistik

Kasek: Program Ini Bertujuan Untuk Memberikan Bekal Sebanyak Mungkin Pada Siswa

CB, TULUNGAGUNG-
Upaya meningkatkan kemampuan siswa siswi dalam bidang teknologi dan komunikasi, Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, memberikan pelatihan Program Pendidikan Terapan Bidang Komunikasi (Prodistik). Program tersebut, merupakan program unggulan dalam mencari terobosan untuk memberikan bekal tambahan bagi siswa siswinya di bidang TIK, guna membekali para siswa agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan Teknologi yang terus melaju dengan pesat.
Diharap, dengan adanya Prodistik ini akan menjadikan para siswa SMAN 1 Rejotangan unggul dibidang IT, sekaligus dapat memberi tambahan ilmu kepada para siswa, baik yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi maupun yang masuk dunia kerja. Selain itu, Prodistik juga sejalan dengan pendidikan sekarang yang seakan IT mutlak diperlukan, dan juga kondisi dunia usaha dan dunia industry (DUDI) saat ini yang menuntut kebutuhan tenaga kerja yang berkemampuan IT.
Sedangkan untuk membuktikan kemampuan bidang IT diperlukan penghargaan atau sertifikat yang diakui oleh DUDI. Dan, siswa siswi yang mengikuti Prodistik ini akan mendapatkan banyak ilmu yang berkaitan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi, terampil memanfaatkan teknologi, serta adanya tugas akhir yang menjadikan siswa siswi terampil membuat karya tulis dan presentasi di depan audien/orang banyak sebagai sarana latihan menunjukkan kemampuannya.
Prodistik ini juga merupakan pelayanan bagi siswa yang ingin berkreasi mengembangkan bakat dan minat di bidang Robotika, Acting, Fotografi, Sinematografi, Film, Desain Grafis, Programmer dan kreasi lainnya yang berkaitan dengan IT. Hal ini yang disampaikan Dr Khozairi MT Bidang Akademik Prodistik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.
“Jadi siswa dari jurusan apapun bisa mengikuti program ini, dimana saat lulus mereka akan mendapatkan 2 tanda kelulusan, yakni Ijazah dari sekolah dan sertifikat dari prodistik, dimana sertifikat prodistik tentu mempunyai value lebih dibandingkan dengan yang tidak punya,” kata Dr. Hozairi kepada Cahaya Baru, Rabu (15/06).
Selain para trainer yang membimbing, lanjut Dr Hozairi, telah mendapatkan pelatihan khusus dari ITS, setiap tahun dosen dosen dari ITS hadir ke sekolah sebagai dosen tamu untuk memberikan bimbingan langsung kepada para siswa.
Hal sama juga disampaikan Wakil Ketua Prodi Stik ITS Surabaya M Zainul Asrori Msi, yakni mata pelajaran yang diberikan setara dengan 25 SKS dimana 20 persen teori dan 80 persen adalah praktek.
“Adik adik SMA ini dikatakan lulus dari program prodistik apabila telah berhasil menghasilkan projek akir sesuai bidang masing masing yang diuji oleh penguji dari ITS. Misalnya jurusan Vidiografi, maka ia harus bisa menghasilkan film pendek,” jelas pria kelahiran Nganjuk ini kepada Cahaya Baru.
Sementara itu, Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 1 Rejoatangan Agung Ismiharto S Kom, M.Pd usai rapat dengan wali murid terkait Prodistik mengatakan, bahwa program tersebut menunjukkan kalau SMAN 1 Rejoatangan mau berubah menuju lebih baik.
“Program ini bertujuan untuk memberikan bekal sebanyak mungkin kepada siswa, agar jika mereka tidak meneruskan pendidikan lebih tinggi, maka mereka punya bekal untuk bekerja. Pun demikian, jika mereka melanjutkan kuliah, mereka punya bekal cukup ditempat belajar yang baru,” jelas Agung
Meski program prodistik adalah ekstra, lanjut pria yang pernah menjabat Wakasek SMAN 1 Kedungwaru ini, mempunyai kurikulum tersendiri yang terstruktur.
“Program ini diikuti oleh siswa siswi mulai kelas sepuluh sampai lulus. Sehingga, menjadi nilai tambah tersendiri bagi masyarakat untuk ikut memajukan dunia pendidikan di Tulungagung ini,” ujar Agung seraya mengatakan kalau program yang menggandeng pihak ITS sudah berjalan satu tahun ini.
Meskipun program Prodistik adalah ekstra, imbuhnya, namun mempunyai kurikulum tersendiri yang terstruktur.
“Program ini diikuti oleh siswa siswi mulai kelas sepuluh sampai lulus. Ya harapannya untuk masyarakat sekitar berlomba untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 1 Rejoatangan, dimana lulusan lulusanya mempunyai keterampilan yang lebih,” paparnya.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *