CB, Malang – Bertempat di Ruang Sidang Balaikota Malang Jl. Tugu No.1 Kel. Kidul Dalem Kec. Klojen Kota Malang telah di laksanakan kegiatan Sosialisasi Protokol Kesehatan Mengahadapi New Normal Kepada Pengurus Pondok Pesantren dan Pengurus Pasar Tradisional di Wilayah Kota Malang
Ada beberapa opsi yang ditawarkan kepada seluruh pesantren dalam rangka mewujudkan Pesantren yang terbebas dari Covid-19, diantaranya program protokoler kesehatan santri pada saat kembali ke pesantren, untuk kepastian kapan dimulainya kegiatan belajar mengajar, kami masih menunggu hasil rapat dan kebijakan kanwil provinsi Jawa Timur, Hal ini dikatakan Drs.H. Moh. Rosyad, M Si dari kementrian Agama Kota Malang.menyatakan
Pada kesempatan yang sama Walikota Malang Drs. Sutiaji menyampaikan, di Kota Malang ini ada beberapa tipe seperti Pondok Pesantren Murni santrinya sekolah, disitu dan tidak pernah keluar. Kemudian ada pondok yang ada pendidikan formal di dalam namun orang lain bisa sekolah disitu, ada juga pondok disitu namun belajar diluar, Kehidupan saat ini berbeda dg kehidupan yang lalu, semua harus mengikuti protokol kesehatan, untuk para pengurus pasar-pasar tradisional khususnya di Kota malang saya menghimbau bahwa wabah ini belum tahu kapan akan berakhir apabila ekonomi tidak berjalan, maka Indonesia akan hancur. Kota Malang sendiri hingga saat ini pertumbuhan ekonominya 2% daripada sebelumnya yg bisa sampai 5%. Oleh karena itu Protokol kesehatan harus ditegakkan agar seluruh pedagang dan pembeli dapat terlindungi dari penyebaran Covid 19. Termasuk Prosedur terkait proses pembayaran antara pedagang dan pembeli, saya mengajak kita bersama sama mengikuti dan menjalankan protokol kesehatan Covid 19 agar penyebaran wabah tersebut dpt terputus, kita harus tunjukan kepada wilayah bahwa kita mampu menjalankan protokol kesehatan Covid 19, jelas Walikota Malang.
Sementara itu Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Zainudin menambahkan, sesungguhnya kita bukan hanya memiliki kecerdasan individu namun juga kecerdasan sosial, agama bukan pengetahuan saja, tetapi sesungguhnya sebagai amal perbuatan dan pergerakan, ini saya rasakan di Malang ternyata banyak orang yang sedia beramal, untuk memberikan bantuan kepada yang terdampak pandemi Covid 19 dan kami sudah membagikan 20.000 lebih sembako dan peralatan protokol kesehatan untuk masyarakat.
TNI Polri bekerjasama dengan Pemerintah juga selalu patroli untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19, karena saat ini kita semua adalah subjek. Keselamatan masyarakat adalah paling utama dan tataran agama yang diajarkan sudah sesuai, merenung apa yang kita lakukan, kita tidak usah saling berdebat, mari kita bersama bergotong royong untuk untuk selalu berusaha mengatasi pandemi ini, dan mengajarkan kita untuk lebih baik serta senantiasa berfikir positif dalam menyikapi segala berita yang beredar di Media Sosial, untuk para pengurus pasar kami telah mengecek dilapangan masih banyaknya para pedagang dan penjual yg saling berinteraksi, sehingga akan mempermudah penyebaran virus tersebut maka akan dilakukan penerapan/aturan untuk merubah proses jual beli sehingga tidak terjadi interaksi bersentuhan satu sama lain. Pasar akan ditata kembali terkait pintu masuk dan pintu keluar harus berbeda, sehingga keluar masuk pasar tidak satu pintu, pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak harus selalu diterapkan tegas Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Zainuddin. (CPenrem 083/Bdj)
