Dalam rangka mewujudkan Inseminasi Buatan Sejuta Lebih Anakan Sapi (INTAN SELAKSAN) di Jawa Timur melalui program SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komuditas andalan Negeri), Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melaksanakan Kawin Suntik Gratis di 34 Kabupaten Kota dan tetap Optimis terjadi kelahiran 1 juta ekor anakan sapi hasil kawin suntik di Jawa Timur pada tahun 2020 saat pandemic COVID 19 melanda.
INTAN SELAKSA melalui SIKOMANDAN merupakan salah satu program yang dicanangkan dalam rangka melakukan akselerasi percepatan peningkatan popualsi sapi potong untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi dalama negeri. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim drh. Wemi Niamawarti, MMA dan Kepala UPT. Inseminasi Buatan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur selaku pelaksana SIKOMANDAN di Jawa Timur.
Disela-sela acara Kadisnak Jawa Timur menyampaikan “Agar ternak memiliki fungsi reproduksi yang baik (bisa birahi dan ingin kawin) haruslah sehat, untuk itu PUSKESWAN sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan harus di kembangkan. Selain itu pemberian pakan harus sesuai standar agar sapi betina bisa produktif.”
Sementara itu, kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang juga menghimbau para peternak sapi untuk tidak memotong sapi betina produktif. “Sudah diatur dalam UU No 41 tahun 2014 tentang peternakan dan Kesehatan Hewan bahwa memotong sapi betina produktif itu dilarang. Selain itu kita harus membuat pakan ternak dengan bahan alam”, tuturnya.
Sejalan dengan itu, Kepala UPT. Inseminasi Buatan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Dr.drh. ISWAHYUDI, MP) yang ikut mendampingi Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menuturkan bahwa Total sapi yang telah dilakukan Kawin Suntik (Inseminasi Buatan melalui program SIKOMANDAN (kawin suntik ratis) se Jawa Timur pada tahun 2020 mulai Januari sampai dengan 29 Juni 2020 sudah mencapai 986.559 ekor atau sebanyak 52,84% dari tolal target 1.867.000 ekor pada tahun 2020 dan telah lahir sebanyak 648.721 ekor (54,06%) dari total target kelahiran sebanyak 1.190.000 ekor.
Dalam rangka menyongsong New Normal Pandemi COVID-19, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur membagikan alat dan bahan desinfeksi berupa desinfectan dan spraiyer kepada 1.485 orang petugas kawin suntik atau yang lebih akrab disebut “inseminator” di 34 Kabupaten/Kota se Jawa Timur. Desinfectan sangat dibutuhkan oleh petugas lapangan untuk melakukan desinfeksi atau sterilisasi peralatan kawin suntik yang digunakan setiap harinya oleh petugas.
Petugas kawin suntik atau inseminator adalah merupakan ujung tombak dalam rangka peningkatan populasi sapi melalui kawin suntik / inseminasi buatan. Pada saat pandemic COVID-19 mereka tetap harus melakukan pelayanan kawin suntik sapi dari peternak ke peternak, sehingga kesehatanya harus dijaga. Dalam rangka melindungi ujung tombak tersebut maka DISNAK PROV JATIM membelaki mereka sarana penerapan PTOTOKOL KESEHATAN.
Seperti kita ketahui bersama bahwa Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017 sd 2019 telah dijadikan sebagai sentra pembangunan peternakan Nasional melalui kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting atau yang akrab dengan sebutan UPSUS SIWAB. Dimana kontribusi Jawa Timur terhadap target UPSUS SIWAB Nasional setiap tahunnya adalah sebesar 43% (1.3 juta ekor) dan Jawa Timur mampu merealisasikan 1.6 juta (125%) ekor setiap tahunnya.(adv/er)
