Gubernur jatim perlu awasi Kadis perhub prov jatim terkait pembangunan pelabuhan paciran Lamongan

CB, SURABAYA – Banyaknya Proyek Pembangunan dan  Pemeliharaan yang di adakan oleh Dinas Perhubungan Laut  Prov jatim Patut mendapat Sorotan Publik, di karenakan banyaknya dugaan penyelewengan pekerjaan mulai dari  Pembangunan / Pemeliharaan Pelabuhan yang setiap Tahunnya di anggarkan kembali.

Namun tak kunjung selesai, salah satunya Pelabuhan Paciran pada tahun 2019 Dinas Perhubungan Provinsi Jatim menganggarkan pembangunan pelabuhan paciran dengan nilai Rp. 28.078.610.900,00 yang bernilai fantastis yang dimenangkan oleh PT. PERKASA JAYA INTI PERSADA dengan alamat  Ruko Rungkut Megah Raya Jl. Raya Rungkut No 5 Surabaya pada tahun 2020 di anggarkan kembali dengan anggaran APBD Rp. 89.763.678.757,00 yang dimenangkan oleh PT yang sama.

Gubernur Jatim perlu soroti pembangunan pelabuhan paciran yang sudah menghabiskan anggaran APBD yang sangat fantastis, Sebab pada suatu proyek pembangunan tersebut, di duga adanya suatu permainan.

Dikarenakan dari temuan kami, diduga adanya kejanggalan dalam penyelenggaran Layanan Pengadaan Secara Elektronik, sebab alamat pemenang tidak sesuai dengan surat keterangan domisili.

Sesuai surat jawaban dari Dinas Perhubungan Provinsi Jatim. terkait nomor 027/1456/133.6/2021 menjelaskan bahwa PT. PERKASA JAYA INTI PERSADA tersebut berada di Ruko Rungkut Megah Raya D-9, Jl Kali Rungkut No. 5 Surabaya, sedangkan Pemenang lelang Pelabuhan Paciran di keterangan domisili beralamatkan Rungkut Megaraya Blok D-9 tidak mencantumkan Nomor ruko.

Upaya pemerintah untuk mengembangkan pembangunan di dinas perhubungan laut patut kita acungi jempol. Tapi sebaliknya sangat tidak relavan apabila mencuat dugaan adanya penyimpangan dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang diduga akan di selewengkan pejabat terkait untuk kepentingan pribadinya.

Nyono, selaku Kepala Dinas Provinsi Jatim patut mendapat sorotan dari Gubernur Jatim terkait pembangunan di pelbuhan Paciran yang menghabiskan anggran ratusan milyar mulai tahun 2015-2020. (Bersambung /ANGGA)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *