Tradisi Labuhan Sarangan Saat Pandemi Digelar Dengan Prokes Ketat

CB, MAGETAN – Pandemi Covid-19, tradisi Labuhan Sarangan yang digelar warga Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan tepatnya di obyek Wisata Telaga Sarangan menerapan Protokol kesehatan ketat, Jumat (2/4).

Acara bersih desa tahunan rutin ini, merupakan salah satu tradisi yang wajib dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Sarangan, dimana pelaksanaanya dilakukan  pada hari Jumat Pon di Bulan Ruwah meskipun saat ini di Kabupaten Magetan sedang dalam masa pandemi.

” Hari ini kita gelar acara labuhan, tradisi masyarakat Sarangan. Kalau dulu sebelum pandemi kita gelar seperti biasa, tapi saat ini kita gelar secara terbatas namun tidak mengurangi makna dan kesakralan tradisi masyarakat Sarangan,” kata Suprawoto Bupati Magetan, Jumat (2/4).

Bupati menjelaskan, labuhan Sarangan ini adalah kearifan lokal warga Sarangan, bahkan menjadi salah satu ikon di Kabupaten Magetan. Sehingga akan tetap dilaksakan walaupun secara sederhana.

“Tetap kita gelar tapi tentunya tetap dengan Protokol Kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Sementara itu, disisi lain Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan Joko Trihono megungkapkan, acara labuhan Sarangan kali ini sudah benar-benar dipersiapkan dengan baik agar semua pengunjung mematuhi aturan Prokes saat berada di sekitar obyek telaga Sarangan.

” Mulai pintu masuk kita sudah terapkan disiplin Prokes pada pengunjung, mulai pemeriksaan suhu badan dan juga wajib bermasker,” terangnya.

Selain itu, lanjut Kadin Disparbud dalam acara labuhan Sarangan kali ini juga diadakan pembatasan pengunjung agar tidak terjadi kerumunan masa untuk mencegah penularan Covid-19.

“Pengunjung juga kita batasi 25 persen saja  dari karcis masuk, agar tidak berkerumun,” tutupnya. (nda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *