CB,TULUNGAGUNG – Sejumlah warga Dusun Suruh, Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung geruduk balai desa setempat. Kadatangan mereka di balai desa itu, mempertanyakan akte tanah yang sudah tiga tahun tak kunjung selesai.
Jirat, (50), dan rekan-rekannya itu merasa kesal karena selalu dijanjikan saat menanyakan akte tanahnya itu. Bahkan, Sukarmi sangat heran ketikan mengurus pembuatan akta tanah yang sudah berjalan tiga tahun itu tak kunjung jadi. Dan, Kedatangan Jirak Cs ditemui langsung Agus, selaku Sekretaris Desa Wonorejo.
Padahal, menurutnya, saat menyerahkan berkas biaya pembuatan akta tanah itu sudah dibawa dan itu pun telah disepakati bersama. Namun, kenyatannya, hanya 2 dua orang saja akte tanah yang sudah jadi. Sedangkan akta Sukarmi dan belasan warga lainnya hingga saat ini belum kunjung jadi.
Masih menurut sukarmi, saat itu ia mengurus akte tanah juga bareng-bareng, akan tetapi yang jadi duluan hanya dua orang itu saja.
“Tapi akte tanah Saya dan yang lainnya hingga saat ini belum juga jadi,” kata Sukarmi kepada Cahaya Baru usai menanyakan akte tanah pada Sekdes Wonorejo.
Akhirnya, lanjut Sukarmi, beberapa warga pada Sekdes agar dibuatkan kwitansi pembayaran pembuatan akte tanah yang sudah diberikan tiga tahun yang lalu.
Sekertaris Desa Wonorejo, Agus, mengatakan bila keterlambatan Pengurusan akte tanah tersebut disebab adanya peralihan dari sistem manual ke sistem elektronik. Sehingga, pihak Kecamatan Pagerwojo belum Menandatangani pembuatan Akte tersebut. Masih menurut Agus, terkait permintaan Sukarmi dan Jirat untuk dibuatkan kwitansi pembayaran pembuatan Akte tanah, Agus menolak dengan alasan tertentu.
Sementara itu, Camat Pagerwojo saat akan dikonfirmasi terkait hal tersebut tidak ada ditempat. Namun, saat Cahaya Baru mengkonfirmasi pada Mu’awan selaku Sekcam Kecamatan Pagerwojo mengatakan kalau pengurusan Akte tanah bukan wewenangnya. Karena, menurutnya, di kecamatan sudah ada bidang yang menanganinya. Akan tetapi, dirinya membenarkan jika saat ini, yakni pengurusaan akte tanah memang sudah beralih dari sistem manual ke sistem elektronik.(Khairul)
