Kehadiran Anggota DPRD Lumajang Trisno Terhadap Murid SDN 01 Jatimulyo, Saat ini Kondisinya Sangat Memprihatinkan

CB,LUMAJANG-Anggota DPRD dari fraksi PPP Lumajang Trisno atas kehadiran-nya ke SDN 01 Desa Jatimulyo Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, dimusim hujan para murid SDN 01 sebanyak 205 murid harus menerima kenyataan pahit dengan kondisi saat ini yang masih menumpang disalah satu SDN 02 Jatimulyo selama 10 hari ini.

Trisno, ia sudah bertemu puluhan walimurid dan ratusan murid di SDN 02 tepat pukul 9 Wib para wali murid meminta dan memohon agar anak anaknya bisa kembali bersekolah ditempat  biasanya tak lain adalah SDN 01 yang saat ini masih bersengketa antara warga dengan pemerintah Kabupaten Lumajang.

Terkait sekolah yang saat ini masih menumpang para walimurid juga mengeluh dengan kondisi tempat belajar, dan jauhnya jarak itupun menjadi keluhan para wali murid terutama kaum buruh/Koli, dengan bahasa Madura ia mengatakan (Jeu Ben sangoh Atamba pak..)artinya jarak dari rumah ke tempat sekolahan itu jauh dan bekal/sangu anak anak semakin bertambah, biasanya lima ribu rupiah sekarang menjadi tuju ribu rupiah,”sebutnya.

Trisno selaku anggota DPRD dari fraksi PPP juga ikut mendukung atas tanggungjawab dengan masalah Ibu Maiyeh/Asmah dengan pihak pemerintah, ia juga berupaya mediasi kembali agar sementara sekolahan SDN 01 kembali dibuka sambil menunggu keputusan dari MA, pemerintah Kabupaten Lumajang pasti akan menyelesaikan masalah ini dengan pihak pemohon yaitu Ibu Maiyeh/Asmah,” ucapnya kepada wartawan.

Menanggapi terkait masalah gantirugi lahan yang saat ini masih bersengketa, Trisno juga memohon atas kesadaranya pihak keluarga Ibu Maiyeh agar sekolahan kembali dibuka kasihan anak anak ratusan murid yang harus menerima kenyataan pahit dengan kondisi saat ini, belajar harus di tempat terbatas apalagi saat ini musim hujan, harapanya. “keluarga Ibu Maiyeh semoga terketuk hatinya untuk kembali dibuka,” terangnya.

Menurut Trisno, tatap muka langsung dengan pihak wali murid dengan pihak keluarga Ibu Maiyeh itu semata karena keprihatinan saya mas..!! terhadap murid, Saya sebagai anggota Dewan apalagi ini termasuk diwilayah Dapil saya, jadi saya merasa kasihan terutama kepada murid dan pihak keluarga Ibu Maiyeh sendiri, Alhamdulillah saya hadir silaturrahmi kesana diterima dengan baik oleh pihak keluarga ibu Maiyeh, dan merekapun masih berjanji untuk rembukan dengan pihak keluarga, insaAllah secepatnya akan berikan kabar,” sebutnya.

Salah satu wali murid yang tidak mau sebutkan namanya itu” mengatakan, kalau sekolahan SDN 01 kembali dibuka kita semua akan berterima kasih kepada ibu Maiyeh mas…!! Tetapi pihak pemerintah harus secepatnya ambil langkah kebijakan, jangan sampai olor olor waktu lagi segera selesaikan agar anak saya dan murid yang lain tidak menjadi korban lagi, kasihan,” sudah lama libur karena Covid-19 ditambah lagi beban masalah ini,” terangnya, Sabtu 6/11/21.

Menurut salah satu warga sebut saja Muhsin Selama 10 hari ini murid SD,01 pindah ke SD,02 itu melebihi kapasitas dan tidak sesuai dengan tempat, jumlah murid SD,02 sekitar 40 lebih ditambah lagi oleh murid dari SD,01 sebanyak 205 murid, ini sangat rawan bagi anak anak jika misalkan terjadi apa apa lalu siapa yang akan bertanggungjawab maka dari itu pihaknya minta agar pemerintah kabupaten Lumajang segera ambil langkah serius untuk menangani masalah ini,”ujar muhsin.laporan reporter (Hardy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *