Kolaborasi Komunikatif, Dukun Joss Profesional Pers Media Dengan Pakar Penyelenggara Pemerintah Desa Tanah Landean kecamatan Balong Panggang

CB, GRESIK – Perjalanan proses demokrasi di Negeri tercinta Indonesia Raya, kini telah memasuki beberapa dekade perubahan semenjak bergulirnya sistem Presidential atau proses pemilihan Presiden dengan secara langsung dipilih oleh rakyat.

Awak media Cahaya Baru, kali pertama bertemu dengan pejabat politik ditingkat desa, ialah Feri Hermawan yang mempunyai kedudukan sebagai Kepala Desa (Kades) Tanah Landean kecamatan Balong Panggang kabupaten Gresik, Jatim.

Dikemas dalam berita featur, sebuah karya jurnalistik bernaratif dialegtis, lebih detail yang menggugah imajinasi dari para pembaca guna meningkatkan kualitas profesional pers media ditengah ikilim kompetitif yang sehat dan berintegritas.

Sepakat, bertajuk sharing komunikatif dalam rangka penyatuan persepsi personalitas guna tercapainya tujuan bersilaturohmi antar sesama insan.

Cerdas, Feri Hermawan menjawab dan sekaligus membenarkan bahwa dirinyalah yang memangku jabatan sebagai Pejabat Tinggi Desa (Petinggi) Tanah Landean, disela saat akan memulai kegiatan di pendopo desa, betul dengan saya sendiri jawabnya kepada awak media.

Intuitive, kelihatannya anda adalah orang yang spirit (red, spiritualis) ucap Feri Hermawan melanjutkan, sesaat setelah mempersilahkan duduk awak media tepat disampingnya, betul dan saya lebih bangga diberi gelar dukun joss daripada gelar-gelar yang lain, jawab awak media.

Pertanyaan yang bersumber dari refleksi nurani atau intuitive dari Feri Hermawan, spontanitas dan tegas tanpa ragu saat awak media memberikan jawaban, sebagai alasannya bahwa kata ‘Dukun’ selain dikonotasikan negatif juga telah menstigma bahkan mengkontaminasi kebencian publik.

Sadar sebagai profesional pers media, dengan adanya kemistri spiritualitas dengan Feri Hermawan, mengingat pula bahwa kegiatan yang akan berlangsung dipendopo desa melibatkan para mahasiswa, lebih lanjut awak media mengungkapkan bahwa penyelenggaraan pendidikan saat ini, ialah materi pelajarannya hanya didominasi oleh ilmu Sains dan Teknology, tutur awak media.

Terlebih, kalau kata ‘Dukun’ selalu dikonotasikan dengan hal-hal yang buruk, kenapa nama salah satu kecamatan di wilayah daerah kabupaten Gresik terdapat nama kecamatan ‘Dukun’, ungkap awak media, kesal dan greget dalam hati awak media menyertai, entah nampak atau tidak.

Bergegas mengajak awak media keruangann kerjanya, Feri Hermawan berkedudukan sebagai Kades dan Pemangku Jabatan Tinggi Desa, nampak seorang yang berkepribadian dan intelektualitas darinya, yang justru mengawali percakapan dengan melontarkan pertanyaan kepada awak media.

Masih cerdas intuitive, apa dan bagaimanakah anda dalam mengawali atau hingga kini dengan perjalanan spiritualitas anda, tanya Feri Hermawan.

Baru kali ini awak media mendapat pertanyaan dari nara sumber, sekaligus menjadi presepsi bahwa Feri Hermawan adalah Petinggi penyelenggara pemerintah walaupun ditingkat desa namun berkriteria dan berkategori sebagai ilmuan atau pakar. bersambung.(Sub)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *