Tahun 2022, 40 Persen BLTDD Desa Banjarejo Bakal Diperuntukkan Balita Stunting

CB,TULUNGAGUNG – Acara rembuk Stunting Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Kesehatan Pukesmas Banjarejo, Senin (10/01), digelar di balai desa setempat. Hadir dalam acara Rembuk Stunting, Kades Banjarejo Zaeinuddin Jawahir beserta jajaran pemdes, Sekcam Kecamatan Rejotangan, Babinkantipmas, Babinsa Desa Banjarejo serta dihadiri masyarakat setempat.

Kepala Desa Banjarejo Zaenuddin Jawahir mengatakan, bahwa pada tahun 2022, yakni anggaran untuk penanganan Balita Stunting dianggarkan melalui Dana Desa. Untuk itu, Rembuk Stunting denga Dinas Kesehatan Pukesmas Banjarejo telah membentuk tim terkait masalah Balita Stunting.

Dan, menurutnya, bagi satu balita yang termasuk dalam kategori Balita Stunting, Pemdes sudah mengalokasikan anggaran Dana Desa untuk kesehatan Balita Stunting melalui BLTDD. Untuk tahun anggaran tahun 2022, pemerintah mewajibkan setiap desa mengalokasikan dana desa minimal 40%.

Sehingga, Desa Banjarejo sendiri saat ini Sudah mendata 97 warga masyarakat yang akan menerima BLTDD dan kemudian 20% dialokasikan untuk ketahanan pangan, 8% untuk PPKM dan 32% untuk kesehatan dan lainnya.

“Jadi untuk anggaran Dana Desa tahun 2022, pemerintah pusat sudah mengatur persentase anggaran yang akan dipergunakan mas,” kata Zaenudin Jawahir kepada cahayabaru.id.

Rencananya, tambah Kades Zaenuddin Jawahir, tahun 2022 BUMdesa Banjarejo ingin membangun Pretades. Namun, menurutnya, dikarenakan adanya peraturan pemerintah pusat yang alokasi anggaran dana desa, maka rencananya pembangunan itu diurungkan.

“Sebenarnya tahun 2022 BUMDesa Banjarejo ingin membangun Pretades, dikarekan peraturan penggunaan dana desa persentase sudah diatur dari pusat. Ya akhirnya kami tunda dulu pembangunan Pretades tersebut,” jelasnya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *