CB, Bojonegoro – Untuk menunjang koridor pergerakan barang dan jasa di sisi tengah dan sisi utara, serta peningkatan kapasitas layanan infrastruktur yang mampu menstimulasi pertumbuhan di wilayah utara hingga timur pulau Jawa dengan berbagai potensinya. Maka Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah mensosialisasikan pembangunan Jalan Tol Ruas Ngawi – Bojonegoro – Tuban (Ngaroban) karena akan berperan penting sebagai jalur penghubung antar jalan lintas baik itu jalan tol maupun jalan non tol.
Sosialisasi kepada masyarakat sangat diperlukan terkait rencana proyek Jalan Tol, Karena ada lahan Solo Valley yang kini dimanfaatkan masyarakat.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro sangat mendukung dengan adanya rencana pembangunan tol tersebut. Ini termasuk dalam Proyek Strategi Nasional sesuai Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019.
Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengingatkan hal wajib diperhatikan ialah risiko dampak sosial dibangunnya jalan tol di atas lahan Solo Valley. Umar mendorong sedini mungkin Pemkab Bojonegoro sosialisasi kepada masyarakat menduduki lahan Solo Valley secara proaktif.
Karena tak bisa dipungkiri, saat ini di atas lahan Solo Valley tak sedikit berdiri bangunan semi-permanen dan permanen. Ketika sosialisasi lebih awal, ia berharap masyarakat bisa memahami dan bisa ancang-ancang sebelum proyek berjalan.
“Khususnya terkait penghitungan ganti rugi saat proses pembebasan lahan guna meminimalisasi masalah-masalah sosial masyarakat di kemudian hari,” tegasnya.
Abdullah Umar mengatakan, secara teknis belum terlalu mendalami perencanaannya. Pihak-pihak terkait belum mengundang DPRD membahas rencana salah satu proyek strategis nasional (PSN). “Meski belum membahas secara mendalam, kami berharap perencanaan dalam rangka pemetaan lingkup Pemkab Bojonegoro di lapangan harus matang,” tuturnya.
Umar mendukung dibangunnya jalan tol Ngaroban. Sehingga arus transportasi semakin lancar. Hadirnya kelak jalan tol tentu mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. “Arus distribusi semakin cepat dan lancar tentu mampu mendongkrak perekonomian,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut sabtu (19/02/2022).
Perlu diketahui, rencana pembangunan jalan tol ini bisa dimulai pembangunan pada 2023 apabila seluruh tahapan selesai dan tidak ada masalah.(hms/aj)
