Tak Ingin Kehabisan Stok, Disperindag Tulungagung Kembali Lakukan Operasi Pasar

Sugiyanto: Semoga Pemerintah Selalu Memperhatikan Masyarakat Kecil

CB, TULUNGAGUNG – Upaya menstabilkan kelangkaan dan harga minyak goreng, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, kembali melakukan OP atau operasi pasar. Kali ini, operasi pasar yang dilaksanakan di halaman kantor Disperindag ini diperuntukkan bagi pedagang minyak goreng yang berjualan di pasar tradisional se-Kabupaten Tulungagung.

Kali ini, sebanyak 700 dus minyak goreng yang diperuntukan 71 pedagang, khususnya pedagang pasar tradisional dengan total nilai keseluruhan Rp.109.200.000. Tak butuh waktu lama, 700 dus minyak goreng yang diangkut truk itu langsung ludes dibeli pedagang yang berjualan di pasar tradisional.

“Operasi pasar itu sudah beberapa kali kita lakukan dan itu untuk masyarakat umum, yang itu langsung kepada masyarakat dengan kuota 2liter per KTP. Ada juga yang untuk pelaku usaha, dan pelaku usaha itu minimal kemasannya 18 liter,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tulungagung melalui Kabid Perdagangan Nurlailil kepada Cahaya Baru, Rabu (16/03).

Operasi pasar kali ini, lanjutnya, adalah didedikasikan untuk pedagang pasar rakyat.  “Nah, kenapa pedagang pasar rakyat juga menjadi sasaran, karena kami (Disperindag, red) itu kan salah satu tugasnya adalah stabilisasi stok dan harga barang kebutuhan pokok,” jelas Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Tulungagung ini diruang kerjanya.

Kabid Perdagangan Disperindag ini menjelaskan, dengan adanya operasi pasar minyak goreng ini, harapannya stok minyak goreng dipasar tetap ada.

“Minyak goreng kan termasuk salah satunya. Jadi, dengan operasi pasar ini kami harapkan dipasar itu tidak kehabisan stok,” harap Nurlailil dengan mimik serius.

Disinggung soal kelangkaan minyak goreng serta mahalnya harga minyak goreng, pihaknya dan tim gabungan sudah beberapakali melakukan sidak.

“Kami sudah berkali-kali mengadakan sidak dengan Forkompimda, Bakorwil, Polres, baik Intel maupun Reskrim dan kemudian kami sendiri juga seeing monitoring. Ya dari hasil sidak tidak ditemukannya penimbunan dan memang kondisi kalau dipasar itu harganya masih agak tinggi,” paparnya.

Masih kata Kabid Perdagangan, terkait stok memang masih kurang, bila dibandingkan sebelum adanya isu perubahan harga

“Stok memang kurang, kalau dibandingkan sebelum ada isu. Jadi perubahan harga ini termasuk juga di distributor dan kami pun terus melakukan pemanatauan kesana,” katanya.

Selain itu, imbuhnya, distributor sendiri jatah dari pabrik memang ada pengurangan. “Memang, distributor dapatnya dari pabrik juga berkurang.

Untuk itu, kami selaku dinas tekhnis dibidang perdagangan akan terus melakukan trobosan dengan melakukan operasi pasar,” ujarnya.

Operasi pasar itu, tambah Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Tulungagung ini, bukan berarti pihaknya memiliki anggaran akan tetapi operasi pasar itu tetap adanya kerjasama dengan Disperindag Provinsi Jawa Timur.

“Operasi Pasar ini bukan berarti kami ada anggaran dan kemudian kami subsidi. Jadi, kami tidak ada anggaran khusus, akan tetapi kami bekerjasama dengan Disperindag Provinsi Jawa Timur. Dan, sampai hari ini mungkin sudah ada sekitar 30.000 liter yang sudah kita berikan ke masyarakat Tulungagung,” paparnya.

Sementara itu, Sugiyanto, (64), salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat ini merasa senang adanya subsidi dari pemerintah dan harapannya bisa normal kembali. Dan, menurutnya, dalam operasi pasar yang dilakukan Disperindag Tulungagung ini, dirinya mendapat jatah 3 dus dengan kemasan 1 liter.

“Kalau terus disubsidi seperti ini, Insyaalloh nantinya bisa lancar kembali. Ya harapan saya pemerintah selalu memperhatikan rakyatnya yang kecil-kecil seperti saya ini,” kata Sugiyanto kepada Cahaya Baru dilokasi operasi pasar, Rabu (16/03).

Hal senada juga disampaikan Supartini, (57), yakni dengan adanya operasi pasar ini harga atau kelangkaan minyak goreng segera teratasi. Untuk itu, iapun berharap pada pemerintah supaya tetap memperhatikan rakyat kecil.

“Saya yakin dengan terus dilakukan operasi pasar ini kelangkaan atau harga minyak yang masih tinggi akan segara normal kembali,” ujar perempuan yang berjualan di Pasar Tradisional Campurdarat dengan penuh semangat.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *