CB, Jombang- Seorang pria berinisial E membuat ramai media sosial melalui video berdurasi dua menit lima detik.Pria tersebut menyerukan ajakan berperang di hadapan ratusan orang yang baru saja kembali seusai diamankan polisi. Seruan itu diduga ajakan untuk berperang membela Shiddiqiyyah.
“Setiap tetes keringat teman-teman semua, setiap kesakitan pukulan dan tendangan yang sudah anda terima, darah yang keluar dari luka tubuh kita itu semua demi kejayaan Shiddiqiyyah dan Indonesia Raya. Dan jika Shiddiqiyyah memanggil kita lagi, siap kita untuk berperang,” ujar E dalam video itu.
Polres Jombang pun merespons hal tersebut dan sudah melayangkan surat panggilan kepada E. Pemeriksaan terhadap pria tersebut rencananya dilakukan pekan ini untuk meminta keterangan terkait seruan yang diucapkan E di hadapan ratusan orang.
“Sudah melayangkan surat panggilan kepada yang bersangkutan (E), guna pemeriksaan,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha, Selasa (12/7).
Sementara itu, Ketua Umum Organisasi Shiddiqiyyah Joko Herwanto juga ikut merespons terkait video tersebut. Saat video itu direkam, pengurus Pesantren Shiddiqiyyah sedang menyambut kembalinya ratusan orang yang baru saja dipulangkan seusai diamankan polisi.
Massa yang terdiri dari santri dan jemaah Tarekat Shiddiqiyyah itu diamankan saat penjemputan paksa anak kiai Jombang Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi.
Joko berpendapat bahwa seruan itu untuk memberikan semangat bagi ratusan massa dan tak ada upaya untuk melakukan provokasi.
“Itu bukan untuk memprovokasi. Kepentingannya adalah untuk menyemangati 300-an santri yang baru dipulangkan dari Polres Jombang,” kata Joko.
E melalui keterangannya mengatakan para massa itu sempat kehilangan semangat dan bahkan ada yang sampai menangis seusai diamankan pihak berwajib. Walhasil, untuk memberikan dorongan motivasi dirinya memilih melakukan orasi guna memberi suntikan semangat.
Cerita yang diangkat, yakni Perang Badar. Dia ingin ratusan orang itu mengambil hikmah dari perjuangan Rasulullah. Soal ajakan berperang, E menyebut bahwa hal itu merupakan kesalahpahaman. Arti kata perang yang diucapkannya itu untuk melawan hawa nafsu.
“Siapkah berperang melawan hawa nafsu? maksud saya itu. Yang mau kami sampaikan sebagai akhir dan hikmah Perang Badar,” jelasnya.(hms/Mjn)
