CB, Jombang – Masjid Mbah Buyut Sona, Grobokan, Karangpakis, Kabuh belum genap dua tahun dibangun. Namun sudah viral sehingga kerap dikunjungi jamaah dari mana-mana. Bahkan dari luar Jombang.
“Dari Pasuruan, Gresik, Lamongan dan daerah-daerah lainnya banyak yang kesini,’’ kata Suyono,69, takmir Masjid sekaligus juga juri kunci makam Mbah Buyut Sona.
Para jamaah biasanya sekalian ziarah di makam Mbah Buyut Sona yang tepat berada di depan masjid. ’’Mbah Buyut Sona ini bendaharanya para wali, hidupnya pada masa kerajaan Majapahit,’’ tutur Suyono.
Lokasi makam dan masjid berada diatas bukit dengan ketinggian sekitar 50 meter. Untuk sampai di makam dan masjid, harus menaiki anak tangga sebanyak 52. Seperti naik ke makam Sunan Giri di Gresik.
Lokasi makam berada di tengah lokasi galian C aktif. Kanan kirinya dulu juga bukit batu, namun sudah habis digali. Dulu digali dengan harapan, setelah batunya habis, bisa menjadi tanah subur untuk ditanami. Namun sampai bawah tetap berupa tanah tandus.
Ansori syafii (tokoh agama setempat) menyampaikan, sejak itu Sugeng mulai merawat makam tersebut. Makam dibuatkan cungkup yang bagus. Pesan orang tua itu ternyata benar.
’’Setelah merawat makam, rezekinya Pak Sugeng semakin lancar,’’ kata Ansori Syafii.
Sugeng juga membangun masjid tepat di depan makam. Semuanya dibangun dengan dana pribadi. Luas masjid 10X10 meter. Lantainya kayu jati. Dindingnya kayu jati. Atapnya kayu jati dengan genting semen dari Sidoarjo.
Sekelilingnya dibangun pagar dengan batu bata dari Blora. Untuk mempercantik dinding masjid, didatangtkan tiga pengukir dari Jepara. Dinding dipenuhi ukiran asmaul husna dan kalimat toyibah.
Kasmidi salah satu tukang ukir dari Jepara mengatakan sudah lama mengerjakan ukiran, Dia dibantu Roni dan Saiful yang sama-sama dari Jepara.
’’Saya sudah tiga bulan kerja disini, Sebulan sekali mereka pulang ke Jepara,” kata Kasmidi.
Setiap Kamis malam Jumat, di masjid diadakan pembacaan Yasin tahlil. Jumat malam Sabtu diisi istighotsah dan salawat. Setiap Jumat Wage bakda Jumatan, ada santunan yatim dan terapi pengobatan alternatif.
’’Makam dan masjid kita jadikan wasilah mendekat kepada Allah SWT,’’ kata Ansori Khudlori, tokoh setempat.(Kom/Mjn)
