Wabup: Warisan Budaya Leluhur Harus Kita Jaga
CB, TULUNGAGUNG – Dalam rangka Bersih Desa dan menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke-77, Pemerintah Desa (Pemdes) Joho Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, mengadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk bersama Ki Dalang Minto Sudarsono di balai desa setempat, Senin (22/08)
Tak pelak, ratusan warga masyarakat Desa Joho dan sekitarnya berbondong-bondong menyaksikan pegelaran wayang dengan lakon “Semar Bangun Khayangan” ini Mereka, ratusan warga, menyaksikan atau menikmati pegelaran wayang kulit yang digelar Pemdes Joho hinggai selesai.
“Seperti njenengan lihat sendiri, warga masyarakat Joho maupun warga sekitarnya sangat antusias dengan pegelaran wayang kulit. Yang pasti, kami selaku warga masyarakat sangat berterimakasih kepada bapak Kades yang selalu mengerti keinginan warganya,” kata Suwoko yang diamini warga lainnya.
Tak hanya warga Dasa Joho dan sekitarnya saja, Achmad Nuraini Kades Joho dan jajaran pemdes setempat, Wabup Tulungagung, H Gatut Sunu Wibowo SE, Camat Kalidawir Ali Muchtar, Ndanramil 0807/07, Kapolsek Kalidawir serta Kades se-Kecamatan Kalidawir ikut hadir dalam pegelaran wayang kulit tersebut.
Wabup Tulungagung Gatut Sunu Wibowo saat hadir di pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini mengatakan, dirinya sangat mengapreisasi kegiatan pagelaran wayang kulit dalam rangka menyambut Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 77 dengan tema yang diusung tahun ini untuk memperingati HUT RI ke-77 adalah “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Sebab, menurutnya, wayang kulit ini adalah warisan budaya leluhur yang tetap harus dilestarikan, apalagi didalam alur cerita wayang kulit, banyak sekali gambaran atau filosofi yang positif untuk sebuah pembelajaran kehidupan seseorang.
“Saya sangat mengapreisasi adanya pagelaran wayang kulit ini, sebab wayang kulit adalah warisan budaya leluhur yang harus tetap kita jaga, selain itu di alur cerita wayang kulit juga bisa kita ambil nilai nilai positifnya”, kata wabup.
Sementara itu, Kepala Desa Joho H Achmad Nuroini ketika dikomfirmasi mengatakan, acara pagelaran wayang kulit ini adakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 serta bersih desa, yakni dalam rangka menyambut bulan Muharam atau bulan Suro.
“Ya, ini menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke-77 sekaligus bersih desa menyambut Tahun Baru Hijriyah,” kata Kades Achmad Nuraini disela-sela acara pegelaran wayang kulit, Senin (22/08) atau tadi malam.
Selain itu, lanjut pria yang pernah bekerja di negara Arab Saudi ini, Pemdes Joho juga menggelar Bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sudah diadakan pada Sabtu (20/08) hingga tadi malam ( Senin 22/08, red). Adapun kegiatan UMKM ini sengaja digelar, yakni agar masyarakat setempat bisa memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luar serta diharap perekonomian masyarakat Desa Joho bisa bergeliat kembali.
“Jadi, sebelum acara wayang kulit ini kami juga menggelar kegiatan UMKM. Tentu, semua ini kami lakukan supaya perekonomian masyarakat bisa kembali menggeliat,” jelas kades.(rul)
