Warga Desa Jatilengger Ikuti Pelatihan Budidaya Ternak Kambing di Boyolali Jawa Tengah

CB,- BLITAR – Pemerintah Desa Jatilengger Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar belum lama ini tanggal 16 Oktober 2022, bersama warga sebanyak 30 peserta berangkat mengikuti pelatihan budidaya ternak kambing di peternakan Gilbran Farm, Margopuro, Curug Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah.

Menurut Kepala Desa (Kades) Jatilengger, Endik Mujirianto mengatakan bahwa dalam beternak kambing merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Namun, dalam hal pengelolaan peternakan kambing masih dilakukan seadanya, sehingga belum maksimal.

“Jadi dalam rangka peningkatkan serta mewujudkan perekonomian masyarakat yang hampir dua tahun terdampak Covid-19, maka pemerintah Desa Jatilengger mendorong dan mendukung program pemberdayaan masyarakat dengan mengikuti pelatihan budidaya ternak kambing yang ada di Boyolali,” tutur Kades saat ditemui di kantornya, Jumat (21/10/2022)

Diterangkan Endik Mujirianto, ada beberapa materi yang diberikan kepada peserta yaitu tingkatan dalam beternak, seperti, fattening, Breeding dan milking (dairy) perkembangbiakan cara mengatur perkawinan, pemklihan bibit, menjaga kemandulan dan kebuntingan serta kelahiran. Juga pentingnya dalam disiplin pencatatan.

“Untuk itu, dengan dilakukan kegiatan mengikuti pelatihan ini maka nantinya dalam pengelolaan ternak kambing, bisa menjadi lebih produktif dan lebih meningkat. Sekaligus menumbuh kembangkan usaha perekonomian warga Desa Jatilengger,” terangnya.

Disamping itu, usai mengikuti pelatihan, warga diharap bisa memahami serta bisa mengembangkan di desanya apa yang sudah dipelajari. Sehingga nantinya bisa untuk menopang perekonomian keluarga.

“Harapannys, tentunya dengan pelatihan Budidaya kambing itu, masyarakat Desa Jatilengger tenfunya bisa beternak dengan baik dan menghasilksn benih – benih yang baik. Dan akhirnya biasanya kalau di Desa Jatilengger itu, kambing cempe lakunya hanya Rp.700 ribu rupiah, namun dengan pelatihan budidaya ternak yang kemarin, harga bisa menjadi Rp. 1 juta rupiah bahkan lebih, karena gennya sudah berubah,” jelasnya.

“Dengan begitu harapannya itu tadi biar nanti pemberdayaan masyarakat, yang ini sebetulnya untuk penanggulangan bencana termasuk pemulihan ekonomi. Semoga program pemerintah terkait ketahanan pangan bisa bermanfaat dengan sepenuhnya. Kedepannya nanti, mudah – mudahan kita bisa berikan bantuan bahkan bisa bantuan benih kambing bila anggaranya mencukupi,” pungkas Kades Jatilengger. (Pram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *