CB TULUNGAGUNG- Sambut Hari Jadi ke-817 Kabupaten Tulungagung, beragam rangkaian kegiatan telah disuguhkan oleh panitia dalam menghibur warga masyarakat. Tak pelak, mulai Minggu (07/11), ribuan warga masyarakat Tulungagung pun tumplek blek menyaksikan rangkaian kegiatan yang telah digelar panitia.
Kali ini, Selasa (08/11), panitia menggelar pawai budaya dan peserta pawai tersebut diikuti oleh seluruh OPD Pemkab Tulungagung. Dan, pawai kegiatan yang mengangkat beragam tema pun telah disuguhkan para OPD untuk bisa menghibur dan mendapat pujian warga masyarakat.
“Rangkaian kegiatan Hari Jadi Tulungagung ini adalah upaya tetap menghormati para pendahulu. Disisi lain, beragam rangkaian kegiatan yang kami gelar inipun diharap bisa menghibur warga masyarakat,” kata Sudikdo, Ketua Panitia Hari Jadi ke-817 Tulungagung kepada Cahaya Baru di Pendopo Kongas Arum Kusomoning Bongso, Selasa (08/11).
Dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Tulungagung, lanjut mantan Ketua Bappeda Tulungagung, bisa berjalan lanjar dan bisa menghibur masyarakat. “Semoga rangkaian Hari Jadi ke-817 Tulungagung semoga berjalan lancar,” harapnya.
Di sela-sela pawai budaya tersebut, Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM, mengapresiasi para OPD yang telah menyuguhkan beragam tema dalam menyambut Hari jadi Tulungagung. Dan, menurutnya, tema yang diangkat para OPD dalam pawai budaya itupun sangat mendidik dan menghibur.
“Secara pribadi, saya sangat senang dengan tema-tema yang diangkat para OPD dalam pawai budaya. Harapan kami, semoga Tulungagung tetap ayem tentrem mulyo lan tinoto,” ujar bupati.
Sementara itu, dari puluhan OPD yang mengikuti pawai budaya, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung ini telah mengambil tema yang cukup menarik serta penuh sejarah, yakni “Naga Baru Klinting” atau yang di kenal dengan nama Tumbak Kanjeng Kyai Upas.
Tema Naga Baru Klinting yang diambil Disnakertrans Tulungagung ini, yakni bertujuan agar tetap ingat dengan sejarah, khususnya sejarah yang ada di Tulungagung. Sebab, menurutnya, di Kabupaten Tulungagung ini banyak sejarah yang mendunia dan seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Jadi, tema Baga Baru Klinting ini mengandung maksud kami Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak akan lupa dengan sejarah dan kampung halaman. Terbukti, bahwa PMI ini telah membangun desanya, sehingga desanya tidak kalah majunya dengan desa-desa yang ada di kota,” paparnya.
Semua ini, imbuhnya, pihaknya tak mau melupakan sejarah dan semua ini disuguhkan untuk negeri. “Ini bukti bakti kami untuk negeri,” ujar Agus dengan mimik serius.
Agus Santoso juga membeberkan, jika Tumbak Kanjeng Kyai Upas ini memiliki kelebihan magic yang tiada duanya. Bahkan, menurutnya, pusaka milik Tulungagung ini pernah di pinjam oleh tokoh pahlawan, yakni Bung Tomo dalam menumpas penjajah Belanda di Surabaya.
“Setahu saya, pusaka Tumbak Kanjeng Kyai Upas ini pernah di pinjam Bung Tomo untuk menumpas penjajah Belanda. Dan, saat itu pula penjajah Belanda banyak yang mati dan lari terbirit-birit,” paparnya. (Hsu)
