Maraknya Milenial Nongkrong Dipinggir Hamparan Sawah, Berkah Buat Pedagang Kopi Keliling

CB, TULUNGAGUNG – Nongkrong dipinggir hamparan sawah menjadi trending tersendiri bagi kalangan muda-mudi yang ada di Kabupaten Tulungagung. Mereka, puluhan melenial ini menikmati indahnya hamparan padi di sawah sembari ngobrol dan bercengkerama bersama teman-temannya.

Sehingga, mulai sore hingga menjelang terbenamnya matahari, area persawahan yang ada di wilayah Kecamatan Kalidawir ini tak pernah sepi dari pasangan muda-mudi yang lagi asyik nongkrong.

Tak hanya kalangan melenial saja, kebiasaan asyik yakni nongkrong dipinggir hamparan sawah ini terlihat pula pasangan suami istri (pasutri) yang lagi asyik nongkrong melihat pemandangan hamparan sawah sembari menikmati kopi yang dijajakan oleh penjual keliling.

Banyaknya orang yang nongkrong dipinggir hamparan sawah ini tentu membuat penasaran bagi warga lainnya, dan Cahaya Baru pun berusaha ikut berbaur dalam kerumanan itu serta ingin mengetahui lebih dekat dibalik tongkrongan mereka yang belum lama terjadi.

Kleyeng Warga Desa Joho ini misalnya, saat berbincang-bincang dengan Cahaya Baru mengatakan, bahwa dirinya hanya ingin menghilangkan rasa lelahnya setelah seharian bekerja.

“Setelah seharian bekerja saya bersama istri sering nongkrong dipinggir sawah ini, dan ternyata capek-capek itu langsung hilang mas. Ya selain rasa capek hilang, kami juga ingin melihat pemandangan hamparan sawah dan ternyata asyik juga saat ikut berbaur dengan anak-anak muda itu,” kata Klayeng sembari nyeruput kopi yang telah dipesannya itu.

Ditempat yang sama, Handoko (20) dan teman-temannya itu mengatakan, kalau kegiatan nongkrong di pinggir hamparan sawah itu ingin jauh dari suasana bising. Disisi lain, iapun jengah dengan suasana yang ada diperkotaan.

“Ternyata lebih nyaman suasana di pedesaan ketimbang di perkotaan. Kita juga tidak sekedar nongkrong dan memandangi keindahan dipinggir hamparan sawah saja, tapi kadang juga diskusi dalam mencari inspirasi,” kata Handoko yang diamini teman lainnya.

Sementara itu, kerumunan puluhan orang yang lagi asyik di pinggiran hamparan sawah ini tentu menjadi berkah bagi Alip (19), warga Desa Joho Kecamatan Kalidawir. Karena, begitu melihat kerumunan orang dengan silih berganti itu, iapun memanfaatkan momen tersebut, yakni dengan berjualan kopi dan jajanannya.

Pria yang biasa mangkal di pinggir sawah Desa Pakisaji itu sebenarnya berjualan kopi secara spontan saja, yakni setelah ia melewati dilokasi itu dan melihat banyaknya orang sering nongkrong berjam-jam itu.

“Jadi ide berjualan kopi di pinggir sawah ini spontanitas saja mas dan tidak sirencana sebelumnya. Ya awalnya saya melihat banyak sekali pasangan muda-mudi setiap sore terlihat berkerumun yang lagi melihat pemandangan di area persawahan itu, yang akhirnya saya memanfaatkan kesempatan ini dengan berjualan kopi dan jajanan,” kata Alip saat ditemui Cahaya Baru yang terlihat sumringah.

Dan, imbuhnya, setelah berjualan dilokasi tongkrongan itu, ternyata dagangan yang dijajakan itu pun laris manis. “Alhamdulilah mas, ternyata dengan adanya muda-mudi nongkrong di sini menjadi berkah buat saya dalam mengais rezki,” jelas Alip yang terlihat sibuk membuatkan kopi pesanan langganannya itu.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *