Tulungagung Jadi Perhatian Serius Pejabat Perencana Ahli Utama Bappenas 

CB, TULUNGAGUNG-Slamet Soedarsono, yang menjabat sebagai Perencana Ahli Utama di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), telah jatuh hati dengan Kabupaten Tulungagung. Tak pelak, iapun sering melakukan kegiatan positif di Kota Marmer tersebut.

Pada pertengahan bulan Juli 2022 lalu misalnya, pria yang juga mantan Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Politik, Hukum dan Pertahanan dan Keamanan (Polhukhankam) Kementerian PPN/Bappenas, melaksanakan kegiatan
Focus Group Discussion (FGD) penyelenggaraan Pemilu serentak 2024 di Kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dan, kisaran Maret 2023 lalu iapun menggelar Diskusi Pencegahan Korupsi dalam Pengelolaan Dana Desa di kabupaten tersebut.

Hadir dalam kegiatan ini, Asosiasi Kepala Desa (AKD), penasehat menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Korupsi dan Narkoba, Direktur Hukum dan Regulasi PPN/Bappenas, yang mewakili Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung diwakili Kajari Tulungagung dan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Jawa Timur.

Tak itu saja, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Mahkamah Agung RI, Kepala Perwakilan BPKP Jawa Timur, Kapolres Tulungagung, Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung dan Ketua Pengadilan Negeri Tulungagung serta Bupati Maryoto Bhirowo dan Rektor UIN SATU Tulungagung hadir dalam kegiatan tersebut.

Tak berhenti disini saja, pria kelahiran Sananwetan Kota Blitar ini juga memberikan motivasi dan meminta masukan para pegiat media sosial (Netizen), khususnya yang ada di Tulungagung. Bahkan, pria penuh wibawa inipun sering ngajak ngopi bareng dengan beberapa wartawan media online dan ngobrol asyik bersama para akademisi.

“Luar biasa, silaturahmi yang produktif dan kami mendapat berbagai masukan yang positif,” kata Slamet Soedarsono saat ngopi bareng dengan wartawan di Resto Sultan Guest House Tulungagung belum lama ini.

Slamet Soedarsono menyampaikan, dari berbagai masukan bakal ditampung untuk dicarikan solusi dan tindak lanjut. Misalnya, Netizen ingin mendapatkan Pelatihan tentang Digital Marketing, ia akan mencarikan ahli yang kompeten tingkat Nasional untuk memberikan materi yang berkelanjutan di Tulungagung.

Selain itu, dirinya juga menerima undangan dari komunitas therapist di wilayah Blitar, Kediri dan Tulungagung yang rencananya akan berkumpul usai lebaran Idul Fitri mendatang. “Semoga silaturahmi ini akan terus kita jalin agar kedepan permasalahan yang dihadapi masyarakat di daerah dapat kita berikan solusi,” kata pria murah senyum ini.

Pejabat yang saat ini masuk 14 calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ini juga mengajak Kadin Jawa Timur. Selain itu, Muhammad Syafiudin, yakni dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur juga memberikan motivasi dan peluang bisnis bagi para netizen dan sejumlah tokoh masyarakat.

“Dari berbagai masukan ini, maka kita akan berusaha atau ikhtiar untuk mencarikan jalan keluar. Tidak hanya secara formal, namun kita upayakan tindak lanjutnya,” jelasnya.

Dalam tiap kesempatan, Slamet Soedarsono menegaskan pentingnya tukar pikiran dan mengedepankan semangat diskusi, untuk memulai pembangunan di daerah. Pria yang juga putra dari Almarhum Mayor Hambali dan dilahirkan di Nganjuk pada tanggal 7 Juli 1962.

Sang ayah, wafat di usia 47 tahun dan saat itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Blitar. Ibundanya bernama Almarhumah Tatiek Soebekti, seorang PNS di Pengadilan Negeri Blitar dan menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Statistik dan Dokumentasi. Kemudian, Tatiek Soebekti juga menjabat sebagai anggota DPRD kota Blitar. Bersama orang tuanya, Slamet Soedarsono kecil hingga remaja tinggal dirumahnya di Jalan Jaksa Agung Soeprapto Blitar.

Sedangkan rumah yang berada di timur Kejaksaan Negeri Blitar ini, sekarang telah menjadi Restoran Waralaba. Berhasil menjadi pejabat, Slamet Soedarsono kemudian tinggal di Jakarta. Bahkan, di Jakarta ia juga dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Paguyuban Blitar Raya dan sudah ia jabat selama empat tahun.

Di Paguyuban Blitar Raya ini orang-orang penting dan sukses dari Blitar juga masuk dalam struktur kepengurusan. Ada nama mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Profesor Budiono duduk sebagai Penasehat Paguyuban.

Ketua Umum Paguyuban saat ini mantan Panglima TNI, Laksamana (Purn) Agus Suhartono. Kemudian mantan Dirut Pelni Anhkasa Pura 1, Direksi PT KAI, Direksi PT Indosat, Mas Wimbo sebagai Wakil Ketua Umum. Pejabat BRI, Hari Siaga menjabat sebagai Bendahara Paguyuban ini.

Nama lain yang mengisi struktur paguyuban adalah Prof. Ali Ghufron Mukti yang saat ini sebagai Dirut BPJS, sebagai Dewan Pakar. Mayjen (Purn) Yani sebagai Ketua Bidang Sosbud pernah menjabat Ketua Badan Sensor Film.

Nama lain, Supranawa Yusuf, yang memperkuat Slamet Soedarsono dalam kesekretariatan sehari-hari dan ia merupakan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN). Paguyuban Blitar juga unik, karena saat ini Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta adalah putra Blitar.

Inilah Profil DR. Ir. Slamet Soedarsono,
MPP, QIA, CRMP, CGAP, CACP, saat ini.
Sekolah TK, SD, SMP hingga SMA ia tempuh di kota Blitar. Paska SMA, Slamet Soedarsono kemudian kuliah di jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), lulus tahun 1987.

 

Kemudian, ia melanjutkan kuliahnya di S2 (Pascasarjana) mengambil fakultas Kebijakan Publik, Universitas Saitama, Jepang dan lulus tahun 1994.

Karier gemilang dalam mendedikasikan diri ke negara juga dibuktikannya, ia punya pengalaman panjang menduduki jabatan di luar sebagai Deputi di Bappenas.

Iapun pernah dipercaya menjadi Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi/Utama/Madya/Pratama,BPS, BIG, LKPP, Bappenas, Kemenkopolhukam, Kemenpora, Komisi Yudisial dan Komisi Informasi Pusat.

Kemudian, ia juga menjabat sebagai Ketua Komite Dewan Komisaris PT Dirgantara Indonesia, sejak Tahun 2019, Dewan Komisaris PT Dirgantara Indonesia sejak tahun 2018, Direktur Iptek dan Kebudayaan Bappenas (2004-2005), Inspektur Bidang Administrasi Umum Bappenas (2005-2011), Inspektur Utama Bappenas (2011-2017), Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas (Februari 2017-Juli 2022).

Kepemimpinan yang teruji juga dibuktikan Slamet Soedarsono, diantaranya duduk sebagai Anggota Dewan Pimpinan Pusat Alumni IPB (tahun 2022), Sekretaris Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor (2015-2017) dan Ketua Komite Pengembangan Profesi Asosiasi Auditor Internal Pemerintah Indonesia (2015-2017). Dan, atas pengalaman dan kualifikasi ini, Slamet Soedarsono juga diakui kompetensi dan profesionalismenya dengan segudang sertifikat dan penghargaan.

Sedangkan penghargaan itu diantaranya Juara Kedua Lomba Karya Ilmiah Pelajar Indonesia di Jepang pada tahun 1994, hasil karyanya berjudul Kebijakan Industri Otomotif Indonesia, Satya Lencana Wirakarya Satya XXX tahun (2019) XX tahun (2009) X tahun (2000), Pegawai Negeri Sipil Teladan Tahun 2003, Mentor Terbaik dalam Program Mentoring Leader Batc 1-3, 2018-2021 (tiga tahun berturut-turut), Himpunan Alumni IPB, Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama Keppres no. 43/TK/tahun 2022 (disampaikan oleh Kapolri) dan Certification in Audit Committee Practices (CACP) dari Indonesian of Audit Committee, Certified Government Auditing Professional (CGAP) dari The Institute of internal Auditors, Certified Risk Managemen Professional (CRMP) dari Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Resiko serta Qualified Internal Auditor (QIA), dari Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor.

Pria yang saat ini masih aktif di PNS ini juga berhasil menempuh pendidikan hingga mendapat gelar Doktor di Universitas Padjajaran Bandung. Tepatnya pada tanggal 12 Agustus 2019, Slamet Soedarsono berhasil meraih gelar Doktor pada Program Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad, dengan yudisium cumlaude 4.0.

Bahkan, saaat ini, nama Slamet Soedarsono masuk dalam 14 nama yang diputuskan oleh Komisi XI DPR RI sebagai Calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Nama Slamet Soedarsono ini juga sendiri tercatat dalam urutan ke-7 yang masuk untuk mengikuti seleksi berikutnya berupa uji kelayakan atau fit and proper test.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *