Anggota Dewan Provinsi Jatim Temukan Praktek Jual Beli Bangku Saat PPDB di Tulungagung 

CB, TULUNGAGUNG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Tulungagung dipastikan telah usai. Namun, pasca PPDB, suara sumbang mulai beredar di kalangan masyarakat, yakni adanya dugaan jual beli bangku saat PPDB di sejumlah sekolah di Tulungagung.

Dan, suara sumbang itupun tak hanya isapan jempol belaka. Pasalnya, keberanian orang tua siswa dalam mengungkap adanya jual beli bangku ini sudah mulai di sampaikan pada tokoh yang dianggap mampu menyuarakan keprihatinan mereka.

Tak pelak anggota legislatif provinsi Jawa Timur dari partai Golkar Mochamad Alimin dalam rilisnya mengatakan, ada orang tua yang memberikan pengakuan mengejutkan usai mendaftarkan anaknya ke sekolah lanjutan atas (SLTA) di Tulungagung.

“Ada dua sekolah (SLTA) melakukan jual beli bangku, ini memprihatinkan,” kata Alimin saat dikonfirmasi wartawan.

Bahkan, kolega legislator dapil VI ini dikenakan uang sebesar 20 juta rupiah untuk masuk ke sekolah yang disebutkan sebagai favorit.

“Teman saya kena 20 juta rupiah, kok memprihatinkan sekali ya,” ungkapnya.

Untuk masuk ke fakta ini, imbuhnya, yakni siapapun bisa melihat dengan melakukan investigasi ke sekolah di Tulungagung seperti SMA Kedungwaru dan SMA Boyolangu.

“Pelanggaran Kemendikbud tentang aturan zonasi, orang-orang jauh bisa masuk, data di lapangan ada,” jelasnya.

Menurutnya, kebiasaan memperjual belikan bangku ini sudah saatnya dihentikan agar keadilan mendapatkan pendidikan benar-benar dirasakan masyarakat di Tulungagung.

“Ini bisa menjadi kebiasaan dan harus dikritisi serta dihentikan praktek yang tidak mendidik dan merugikan,” harapnya.

Dalam masalah tersebu, dirinya Ia belum mau menjelaskan langkah-langkah apa yang bakal dilakukan, terkait adanya aspirasi atau temuan yang dianggap sebagai perilaku koruptif ini.

Sementara itu, kepala sekolah SMA Negeri 1 Kedungwaru, Nurhodin saat dikonfirmasi membantah ada jual beli bangku.(Hsu)

“Tidak ada, kita telah melaksanakan PPDB sebagaimana mestinya,” ucapnya, Jumat (21/7).

Namun demikian, Nurhodin tidak menampik jika ada oknum atau pihak lain yang mengambil kesempatan PPDB untuk mencari keuntungan pribadi atas nama sekolah.

“Tapi entah kalau ada oknum yang melalukan itu (jual beli bangku), untuk pihak sekolah tidak ada,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak SMA Negeri 1 belum berhasil dikonfirmasi.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *